Inilah Amalan Baik di Bulan Muharram.

  • 27 Jun 2025 13:18 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Umat Islam saat ini sudah memasuki bulan Muharam atau bulan pertama dalam tahun Hijriah. Namun tentu, bulan Muharram tidak hanya sekedar menunjukkan, ada banyak hikmah dari bulan pertama di tahun Hijriah ini.

Melalui channel YouTube Ustaz Adi Hidayat yakni Adi Hidayat Official, bahwa penamaan Al Muharram lebih dari sekedar untuk menunjuk pada suatu waktu, melainkan mengajarkan kita sebagai manusia terutama umat muslim, bahwa menjadikan bulan untuk bertransformasi akan diri. “ Al Muharram mengajarkan kita agar mampu mentransformasikan diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi, agar lebih saleh,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.

Lebih lanjut, sebagai umat Islam kita sudah semestinya meninggalkan segala sesuatu yang dilarang dan diharamkan oleh ajaran Islam, lebih tepatnya oleh Allah SWT dan Rasul-Nya yakni Rasulullah SAW. “ Untuk itu bulan Al Muharram termasuk satu dari empat bulan yang disyaratkan dalam Islam, yang mana tertuang dalam Al-Qur’an yakni surah ke-9 At- Taubah ayat 36,” jelas UAH sapaan akrabnya.

inna ‘iddatasy-syuhûri ‘indallâhitsnâ ‘asyara syahran fî kitâbillâhi yauma khalaqas-samâwâti wal-ardla min-hâ arba‘atun ḫurum, dzâlikad-dînul-qayyimu fa lâ tadhlimû fîhinna anfusakum wa qâtilul-musyrikîna kâffatang kamâ yuqâtilûnakum kâffah, wa‘lamû annallâha ma‘al-muttaqîn (At-Taubah: 36)

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (At-Taubah, ayat 36).

Dari ayat tersebut, UAH mengungkapkan bahwa penting sekali menjaga perbuatan dan lisan, serta memperbanyak amalan- amalan yang dapat menghadirkan baik itu pahala dan keberkahan hidup. Amalan- amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk dilakukan saat bulan Al Muharram ini diantaranya sebagai berikut:

1. Menjalankan puasa sunah

Puasa sunah dapat dilakukan pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) dan 10 Muharram (Asyura) yang mana ini menjadi amalan yang paling dianjurkan. Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu sedangkan puasa Tasu'a dianjurkan untuk membedakan amalan umat Islam dengan kaum Yahudi yang juga mengagungkan hari Asyura.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, dianjurkan pula menjalankan puasa- puasa di bulan haram, boleh setiap hari, atau diselang- seling jika belum terbiasa, maupun satu kali dalam bulan tersebut. Penting untuk selalu ditanamkan jika esensinya adalah dengan menjalankan puasa itu, merubah kita untuk dapat meninggalkan segala yang haram. Menurut UAH, biasanya jika sudah berpuasa salatnya meningkat, bacaan Al-Qur’an juga semakin rajin, dan puncaknya membimbing kita lebih mulia dihadapan Allah SWT.

2. Memperbanyak doa dan zikir.

Bulan Muharram menjadi waktu yang baik untuk berintropeksi diri, memohon ampunan Allah SWT, agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik, bersyukur, dan rendah hati. Dianjurkan untuk memperbanyak doa dan berzikir untuk mendapat rida dan petunjuk Allah. Selain itu juga memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdoa, dan memohon ampunan (istigfar), terutama atas dosa dan kelalaian yang telah kita lakukan selama setahun terakhir.

3. Memperbanyak sedekah.

Banyak ulama menganjurkan untuk lebih banyak bersedekah dan memberikan kelapangan rezeki bagi keluarga pada hari Asyura. Diyakini bahwa siapa yang melapangkan rezeki keluarganya di hari itu, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan membuka pintu rezekinya sepanjang tahun.

4. Menghindari perbuatan yang diharamkan.

Untuk mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT, sudah kewajiban kita sebagai umat Islam untuk menjalankan perintah Allah SWT serta menjauhi semua yang dilarangNya. Hal ini juga termaktub dalam surah At-Taubah ayat 36, dimana kita dilarang untuk menzalimi diri sendiri. Maknanya yakni kita harus lebih waspada untuk menghindari dan tidak melakukan perbuatan dosa, baik yang besar maupun yang kecil, karena dosanya akan berkali lipat lebih berat. Namun sebaliknya, menjalankan amalan- amalan kebaikan akan memberikan pahala yang berkali lipat dibandingkan pada bulan- bulan selain bulan Haram.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....