Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah di Kabupaten Pidie

  • 22 Jun 2026 20:37 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Pidie - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan revitalisasi sejumlah sekolah di Kabupaten Pidie, Aceh, Senin 22 Juni 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau progres pembangunan sekolah terdampak bencana sekaligus meresmikan secara simbolis sekolah yang telah selesai direvitalisasi.

Dalam kunjungan kerja itu, Abdul Mu’ti didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murtalamuddin, Wakil Bupati Pidie Alzaizi, serta sejumlah pejabat terkait. Rombongan mengunjungi SD Negeri Utue di Desa Seuriweuk, Kecamatan Pidie Utue, dan SMK Negeri 3 Pidie yang menjadi lokasi peresmian revitalisasi sekolah secara simbolis.

Abdul Mu’ti mengatakan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana di Aceh.

"Alhamdulillah hari ini kami meninjau progres pembangunan sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Kabupaten Pidie. Tadi juga meresmikan sekolah-sekolah yang selesai dibangun pada tahun 2025 dan meninjau yang sedang dibangun pada tahun 2026," ujar Abdul Mu’ti kepada wartawan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten Pidie, serta jajaran TNI yang telah mendukung proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi sekolah-sekolah terdampak bencana.

Menurutnya, pemerintah menargetkan sebagian besar pembangunan sekolah dapat diselesaikan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Sementara bagi sekolah yang masih menunggu proses relokasi, pemerintah menyediakan Ruang Kelas Darurat (RKD) agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

"Ruang Kelas Darurat ini maksimal digunakan dua tahun. Mudah-mudahan jika lokasi baru sudah tersedia, pembangunan sekolah permanen dapat diselesaikan lebih cepat," katanya.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, Kabupaten Pidie menerima bantuan revitalisasi sekolah tahun 2025 senilai Rp24,17 miliar untuk 21 satuan pendidikan. Bantuan tersebut terdiri atas satu PAUD dengan nilai Rp589,87 juta, dua SD senilai Rp1,36 miliar, empat SMP senilai Rp7,79 miliar, 11 SMA senilai Rp9,08 miliar, dua SMK senilai Rp4,01 miliar, serta satu SLB senilai Rp1,32 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murtalamuddin, menjelaskan program revitalisasi tahap pertama difokuskan pada sekolah yang terdampak banjir dan bencana, terutama sekolah yang terdampak pada bencana akhir November 2025 lalu.

Menurutnya, terdapat 3.120 sekolah terdampak bencana di Aceh. Setelah dilakukan verifikasi faktual, sebanyak 2.920 sekolah dinyatakan membutuhkan rehabilitasi.

"Dari jumlah tersebut, 1.287 sekolah mengalami kerusakan ringan, 1.382 sekolah rusak sedang, 188 sekolah rusak berat, dan 63 sekolah harus direlokasi," ujar Murtalamuddin.

Ia menambahkan sebagian sekolah yang harus direlokasi masih terkendala penyediaan lahan. Sesuai ketentuan, lahan harus disediakan pemerintah daerah atau yayasan penyelenggara pendidikan sebelum pembangunan dapat dilaksanakan.

"Saat ini sekitar 190 sekolah direvitalisasi melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat. Sekolah yang rusak berat maupun relokasi sebagian besar dikerjakan bersama TNI," katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 3 Pidie, Masykur, menyambut baik program revitalisasi yang dinilai telah meningkatkan kualitas sarana pendidikan di sekolahnya.

Ia mengatakan sebelum direvitalisasi, sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan seperti atap bocor, dinding retak, lantai rusak, dan berbagai kerusakan lainnya yang mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

"Dengan adanya revitalisasi ini, bangunan sekolah sudah bisa digunakan dengan baik dan siswa dapat belajar lebih nyaman. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang telah memperjuangkan revitalisasi sekolah sehingga anak-anak di Kabupaten Pidie bisa belajar di sekolah yang lebih layak," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....