Presiden Resmikan Bendungan Keureto-Rukoh, Bakal Akses 39,5 Ribu Hektar Sawah
- 10 Jul 2026 23:31 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Lombok – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan dua bendungan di Aceh, yakni Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Jumat 10 Juli 2026. Kedua proyek strategis nasional tersebut dibangun dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun sebagai upaya memperkuat ketahanan air dan mendukung swasembada pangan.
Peresmian dilakukan secara serentak bersama tiga bendungan lainnya, yang berlangsung di Bendungan Meninting, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kelima bendungan yang diresmikan itu yakni Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Keureto dan Rukoh yang berada di Aceh Utara dan Pidie, Aceh. Kelima bendungan tersebut merupakan hasil pembangunan selama periode 2015–2025 dengan total investasi negara mencapai Rp9,79 triliun.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan produksi pangan.
"Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara dengan nilai sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian melaporkan kepada saya bahwa dengan teknologi dan benih terbaik, lima bendungan ini akan mampu menghasilkan sekitar satu juta ton beras," ujar Presiden.
Pada kesempatan itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan harus diikuti dengan penyelesaian jaringan irigasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya petani.
"Lima bendungan tersebut akan melayani daerah irigasi seluas sekitar 39.540 hektare yang didukung jaringan irigasi sepanjang hampir 280 kilometer," kata Menteri Dody.

Khusus di Aceh, sambung Dody, Bendungan Keureuto saat ini telah mengairi sekitar 4.343 hektare lahan pertanian. Pemerintah juga tengah menuntaskan jaringan irigasi tambahan sehingga cakupan layanannya meningkat hingga 10.352 hektare. Sementara itu, Bendungan Rukoh diproyeksikan akan melayani irigasi seluas 12.194 hektare setelah seluruh jaringan pendukung selesai dibangun.
Dody menegaskan, Kementerian PU akan terus melanjutkan pembangunan jaringan irigasi sehingga bendungan tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menyediakan air baku bagi masyarakat.
"Dalam mendukung ketahanan pangan, tugas kami belum selesai setelah bendungan dibangun. Kami memastikan air benar-benar sampai ke lahan pertanian sesuai arahan Bapak Presiden agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," kata Dody.
Dengan beroperasinya kelima bendungan ini, Dody berharap sektor pertanian semakin produktif, mendukung peningkatan produksi beras nasional, serta memperkuat target swasembada pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....