Menteri PU Tinjau Sekolah Rakyat di Nagan Raya, Optimis Fungsional Akhir Juni 2026
- 14 Jun 2026 15:05 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Nagan Raya – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Minggu 14 Juni 2026. Dalam kunjungan tersebut, Dody memastikan pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan agar fasilitas pendidikan tersebut dapat difungsikan pada tahun ajaran baru 2026.
Saat meninjau di lokasi proyek, Dody menyebut pembangunan Sekolah Rakyat di Nagan Raya menjadi salah satu proyek yang progresnya masih tertinggal dibandingkan sejumlah lokasi lain di Aceh. Sebelumnya, Menteri PU pada Sabtu 13 Juni 2026 juga melakukan peninjauan ke proyek serupa di Kota Subulussalam yang menghadapi kendala serupa.
Menurut Dody, hambatan utama pembangunan berasal dari distribusi material konstruksi yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Kondisi geografis dan akses transportasi yang cukup sulit membuat proses pengiriman material ke lokasi proyek membutuhkan waktu lebih lama.
“Masalah utamanya logistik material. Pasokan banyak berasal dari Medan dan sebagian dari Jakarta. Jalur distribusinya cukup berat sehingga memengaruhi kecepatan pembangunan,” kata Dody kepada wartawan.
Meski demikian, pemerintah tetap berupaya mempercepat penyelesaian pekerjaan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanfaatkan transportasi udara untuk pengangkutan material dan peralatan konstruksi yang dibutuhkan di lapangan. Penyedia jasa proyek, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, juga diminta mengoptimalkan berbagai alternatif distribusi agar target pembangunan dapat tercapai.
"Memang ada bandara tapi bandaranya belum bisa 100% misalnya kita pergunakan Hercules misalnya, mereka belum siap untuk itu. Cuma tadi dari teman-teman penyedia jasa, Waskita, akan berusaha menggunakan tetap angkutan udara karena itu yang tercepat. Mudah-mudahan bisa. Kalau ada tambahan alat yang mesti mereka bawa ya mesti dibawa pakai pesawat sekalian," ujarnya.
Dody mengungkapkan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Nagan Raya saat ini telah mencapai sekitar 64 persen. "Kita menargetkan proyek tersebut dapat difungsikan pada akhir Juni 2026 sehingga peserta didik tingkat SD, SMP, dan SMA dapat mulai memanfaatkan fasilitas tersebut pada tahun ajaran baru mendatang," ungkapnya.
Selain dukungan logistik, percepatan pembangunan juga diperkuat dengan keterlibatan personel Zeni TNI Angkatan Darat. Sebanyak 53 personel diterjunkan untuk membantu pekerjaan konstruksi di lapangan dan jumlah tersebut dapat ditambah apabila diperlukan.
Pembangunan Sekolah Rakyat Aceh 2 (Nagan Raya dan Subulussalam) memiliki nilai kontrak sebesar Rp498,63 miliar yang bersumber dari APBN 2025–2026. Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas pendidikan yang berada di Kabupaten Nagan Raya dengan luas lahan 8,1 hektare dan Kota Subulussalam seluas 6,8 hektare.
Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi pembangunan gedung utama dan fasilitas pendukung, termasuk pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal dan plumbing (MEP), penyediaan furnitur, hingga penataan kawasan sekolah. Adapun proyek sekolah rakyat ini dikerjakan oleh PT. Waskita dengan manajemen konstruksi proyek dilaksanakan oleh konsorsium PT Ciriajasa Engineering Consultant, PT Caturbina Guna Persada, dan PT Nuansa Galaxy.

Untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Nagan Raya mulai kontrak kerja pada Desember 2025 dan progres yang telah selesai dikerjakan meliputi ruang laboratorium biologi dan dua unit ruang kelas rampung 100 persen yang berada di gedung SMP dengan standar kualitas internasional. Kemudian 18 Ruang berada di lantai 1 menuju finishing dan 13 Ruang di lantai 2 juga menuju finishing.
Sekolah Rakyat di Aceh Ditargetkan Selasai Akhir Juni 2026
Sekolah Rakyat di Aceh dibangun di lima titik yaitu di Subulussalam, Nagan Raya, Bireuen, Lhokseumawe dan Aceh Besar. Menteri PU Dody bilang, dari lima lokasi pembangunan Sekolah Rakyat ini, Nagan Raya dan Subulussalam menjadi dua proyek dengan progres paling menantang akibat kendala transportasi material.
"Kalau proyek Sekolah Rakyat di Lhokseumawe menjadi yang paling maju dengan progres pembangunan sudah mencapai sekitar 86 persen," bebernya.
Untuk mengatasi persoalan jangka panjang, Kementerian PU telah meminta Balai Jalan melakukan kajian dan perencanaan ulang terhadap ruas jalan yang menjadi jalur distribusi material menuju wilayah barat-selatan Aceh. Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran pembangunan berbagai proyek strategis di masa mendatang.
"Jadi masalahnya cuma satu, logistik material. Karena kan jalannya kemarin kalau ada yang ikut saya lihat jalan itu kan nanjak sekali. Sejak kemarin kan saya sudah minta teman-teman Balai Jalan untuk mendesain ulang bagaimana supaya nggak seperti itu lagi, ya mungkin tahun ini bisa selesai desainnya, mungkin tahun depan mudah-mudahan kita bisa mulai kerja ya untuk ruas itu ya," ungkapnya.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Dody optimistis seluruh proyek Sekolah Rakyat di Aceh dapat diselesaikan sesuai target. Apabila terdapat lokasi yang belum rampung sepenuhnya, pemerintah akan memastikan fasilitas tersebut setidaknya dapat beroperasi secara fungsional terlebih dahulu sebelum dilakukan penyempurnaan hingga mencapai kondisi optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....