Mendagri: Stok Pangan di Aceh Aman Jelang Ramadan
- 11 Feb 2026 16:25 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memastikan ketersediaan pasokan pangan di Provinsi Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang bulan Ramadan.
Kepastian tersebut disampaikan Tito saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh, Selasa 10 Februari 2026 kemarin. “Pangan sangat cukup. Sangat cukup. Saya sudah cek Bulog, stok Bulog saya tiap hari mendapat data,” ujar Tito.
Menurutnya, pemerintah pusat terus memantau pergerakan stok logistik harian melalui data dari Perum Bulog. Secara umum, ketersediaan pangan tidak mengalami kendala berarti. Namun, pemerintah memberikan perhatian khusus pada sejumlah wilayah terdampak parah bencana, terutama daerah pegunungan dan pedalaman.
Tito menyoroti kerentanan distribusi logistik di wilayah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Kota Subulussalam, serta wilayah pedalaman seperti Nias. Ia menjelaskan, daerah-daerah tersebut berpotensi terisolasi apabila terjadi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem atau bencana lanjutan.
“Pengalaman kita dengan kasus bencana ini, di daerah gunung-gunung itu mereka bisa terkunci. Selama ini belum pernah mengalami bencana seperti ini, sehingga logistik mereka hanya cukup dua sampai tiga hari,” kata Tito.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia telah menginstruksikan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional agar meningkatkan cadangan stok pangan di wilayah rawan hingga mencukupi kebutuhan selama tiga bulan.
“Saya minta agar stok mereka tiga bulan. Jadi kalau terjadi apa-apa, selama tiga bulan mereka bisa bertahan. Pemerintah pusat dalam waktu kurang dari seminggu pasti bisa menyelesaikan distribusi,” tegasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, Tito menyebutkan stok di Bener Meriah yang sebelumnya tercatat sekitar 500 ton akan segera ditambah untuk memperkuat cadangan daerah tersebut.
Di sisi lain, ia juga menyinggung persoalan distribusi komoditas cabai. Menurutnya, produksi cabai di kawasan Gayo justru berlebih, sementara harga mengalami kenaikan di wilayah pesisir.
“Apalagi cabai sebenarnya berlebihan di daerah Gayo. Problemnya malah di daerah pantai yang naik inflasi. Jadi ini masalah distribusi saja,” ujarnya.
Tito berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif mengoordinasikan para pedagang agar distribusi dari wilayah sentra produksi seperti Takengon ke daerah pesisir berjalan lancar sehingga tidak terjadi lonjakan harga menjelang Ramadan.
Mendagri memastikan pasokan pangan di Aceh dan dua provinsi lain yang terdampak bencana hidrometeorologi dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap tenang menghadapi Ramadan.
“Stoknya cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....