Menko Pangan Zulhas Temui Petani di Aceh, Pastikan Pupuk Subsidi Tersedia

  • 13 Jun 2026 18:56 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani tetap terjaga untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan rembuk tani bersama petani di kawasan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu 13 Juni 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas didampingi Anggota Komisi III DPR RI Nazaruddin Dek Gam, Lesti Kejora, Rizky Billar, dan Pasha Ungu. Turut hadir Direktur Manajemen Risiko PT Pupuk Indonesia (Persero), Ninis Kesuma Adriani.

Di hadapan para petani, Zulhas menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal distribusi pupuk agar tidak mengalami keterlambatan. Ia menyebut hingga 9 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi nasional telah mencapai 4,3 juta ton dari total alokasi 9,8 juta ton atau sekitar 44 persen.

“Alokasi pupuk subsidi tahun ini 9,8 juta ton. Sebanyak 9,5 juta ton untuk sektor pertanian dan sekitar 300 ribu ton untuk sektor perikanan. Untuk Aceh sendiri sudah terealisasi 92.575 ton,” kata Zulhas.

Selain memastikan pupuk tersedia, pemerintah juga fokus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana. Menurutnya, rehabilitasi lahan sawah, tambak, dan jaringan irigasi terus dilakukan guna menjaga produktivitas pangan nasional.

“Pemulihan sawah, tambak dan irigasi sudah berjalan dengan baik. Anggarannya tersedia dan pemerintah pusat bergerak cepat untuk mendukung produksi pangan,” ujarnya.

Zulhas mengungkapkan Presiden memberikan sejumlah tugas khusus kepadanya untuk memastikan sektor pangan tetap terjaga. Di antaranya memastikan harga gabah petani tidak jatuh di bawah Rp6.500 per kilogram, menjamin distribusi pupuk tepat waktu, mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, serta memperkuat infrastruktur irigasi.

Selain itu, pemerintah juga mendorong swasembada protein melalui pengembangan kampung nelayan, budidaya bioflok, dan tambak produktif di berbagai daerah.

Sementara itu, berdasarkan data PT Pupuk Indonesia, pemerintah menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2026 sebesar 9,8 juta ton. Alokasi tersebut terdiri atas 9,55 juta ton untuk sektor pertanian dan 295.676 ton untuk sektor budidaya ikan.

Hingga 11 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi nasional mencapai 4.374.633 ton atau 44,4 persen dari total alokasi. Pupuk Indonesia juga mencatat stok pupuk nasional per 12 Juni 2026 mencapai 1,15 juta ton, terdiri atas 831.297 ton pupuk subsidi dan 324.992 ton pupuk non-subsidi.

Khusus untuk Kabupaten Aceh Besar, alokasi pupuk subsidi tahun 2026 mencapai 22.472 ton yang terdiri dari 9.660 ton urea, 9.202 ton NPK, 3.600 ton pupuk organik, dan 10 ton SP-36.

Hingga 11 Juni 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Aceh Besar telah mencapai 9.361 ton atau sekitar 42 persen dari total alokasi. Penyaluran tersebut terdiri dari 4.518 ton urea, 4.772 ton NPK, dan 71 ton pupuk organik.

PT Pupuk Indonesia juga memastikan stok pupuk subsidi di Aceh Besar dalam kondisi aman. Saat ini tersedia stok sebanyak 776 ton yang terdiri dari 157 ton urea, 609 ton NPK, dan 10 ton pupuk organik untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam berjalan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....