Kenali Kebutuhan Kalori untuk Menjaga Asupan dan Kesehatan
- 17 Sep 2026 09:07 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh -Dokter spesialis gizi menilai masyarakat perlu memahami kebutuhan kalori untuk menjaga asupan makanan. Kebutuhan kalori setiap orang berbeda karena dipengaruhi usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.
Dokter Spesialis Gizi dan Konselor Menyusui, dr. Fiona Desi Amelia, Sp.GK, AIFO-K mengatakan pemahaman kalori membantu masyarakat mengatur jumlah dan jenis makanan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu menjadi ahli gizi untuk memahami pentingnya menjaga asupan tubuh.
"Memang masyarakat awam ini tidak perlu harus menjadi dietician dulu untuk mengetahui tentang kalori tersebut," kata Fiona dalam Dialog Literasi Digital RRI Banda Aceh, Rabu, 16 September 2026.
Fiona menjelaskan, kelebihan kalori dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit metabolik. Kondisi tersebut antara lain diabetes, penyakit jantung, kolesterol, stroke, dan penyakit ginjal.
Sebaliknya, kekurangan kalori dapat menyebabkan berat badan turun berlebihan atau tidak mencapai target peningkatan berat badan. Pengurangan makanan secara berlebihan juga dapat mengurangi asupan makronutrien dan mikronutrien.
Ia mengatakan kebutuhan kalori tidak dapat disamakan antara satu orang dengan lainnya. Usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, serta penyakit yang mendasari turut memengaruhi kebutuhan tersebut.
Fiona juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menggunakan aplikasi penghitung kalori. Aplikasi sebaiknya memiliki dasar ilmiah, menggunakan referensi terbaru, dan mencantumkan faktor individual pengguna.
Menurutnya, aplikasi yang baik perlu memperhitungkan berat badan, usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan. Pengembang juga perlu melakukan pembaruan berdasarkan perkembangan ilmu dan memiliki pihak yang bertanggung jawab.
Fiona mengatakan dirinya tetap menggunakan aplikasi untuk mempermudah penghitungan kebutuhan kalori. Namun, perhitungan tersebut tetap disesuaikan dengan metode ilmiah dan tujuan terapi.
Ia menegaskan kebutuhan gizi masyarakat tidak selalu sama setiap hari. Perubahan kebutuhan dapat terjadi berdasarkan tujuan menjaga berat badan maupun kondisi kesehatan seseorang.
"Kalau kita bertargetin berat badan untuk dalam waktu tiga bulan, harus punya settingan yang sabar, enggak bisa langsung instan," ujar Fiona.
Fiona mengajak masyarakat membangun kesadaran terhadap jumlah, jenis, dan pola makan. Menurutnya, pengaturan asupan perlu dilakukan secara individual dan tidak hanya mengikuti tren aplikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....