Tren Jalan Kaki 6.000–10.000 Langkah, Seberapa Penting bagi Kesehatan?

  • 31 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh- Berjalan kaki semakin populer sebagai aktivitas fisik yang mudah dilakukan untuk menjaga kesehatan. Tren menghitung jumlah langkah harian melalui jam pintar maupun aplikasi kesehatan di telepon genggam mendorong banyak orang untuk mencapai target 6.000 hingga 10.000 langkah setiap hari.

Popularitas aktivitas ini tidak lepas dari kemudahannya. Berjalan kaki tidak memerlukan peralatan khusus maupun biaya tambahan. Cukup dengan meluangkan waktu di sekitar rumah, tempat kerja, atau ruang terbuka publik, seseorang sudah dapat memperoleh berbagai manfaat bagi kesehatan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) terus mengajak masyarakat untuk membiasakan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin diketahui berperan dalam menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jantung, serta membantu mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.

Di antara berbagai jenis aktivitas fisik, berjalan kaki menjadi salah satu pilihan yang paling mudah dilakukan oleh hampir semua kalangan. Selain praktis, aktivitas ini juga dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing individu.

Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manfaat berjalan kaki tidak semata-mata ditentukan oleh pencapaian target 10.000 langkah per hari. Kajian yang dipublikasikan dalam European Journal of Preventive Cardiology menemukan bahwa berjalan sekitar 4.000 langkah setiap hari sudah berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyebab. Manfaat tersebut bahkan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah langkah yang ditempuh.

Selain jumlah langkah, pola berjalan juga berpengaruh terhadap kesehatan. Studi dari Universitas Sydney yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit secara berkelanjutan memberikan manfaat kesehatan jantung yang lebih baik dibandingkan berjalan dalam sesi-sesi pendek.

Meski demikian, para ahli kesehatan menilai target 6.000 hingga 10.000 langkah tetap dapat menjadi motivasi yang baik untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak. Selain membantu membakar kalori, berjalan kaki secara rutin juga bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran jantung, memperkuat otot dan tulang, serta mendukung kesehatan mental.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa gaya hidup sedentari atau kebiasaan duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk menyempatkan diri bergerak secara berkala, termasuk dengan berjalan kaki di sela-sela aktivitas sehari-hari. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat, berjalan kaki menjadi pilihan olahraga yang sederhana namun efektif. Selain mudah dilakukan dan tidak memerlukan biaya besar, kebiasaan ini dapat menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....