Cuti Enam Bulan Dinilai Lebih Ideal Dukung Ibu Berikan ASI Eksklusif

  • 15 Sep 2026 22:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Pemberian ASI eksklusif membutuhkan dukungan yang kuat, terutama bagi ibu yang harus kembali bekerja setelah melahirkan. Masa cuti yang lebih panjang dinilai dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi ibu untuk fokus memulihkan kondisi tubuh, merawat bayi, sekaligus membangun pola menyusui sebelum kembali menjalankan aktivitas pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan Ftr. Amelia Fadlina, S.Fis., M.K.M., Anggota Riset AIMI Aceh sekaligus Dosen Prodi D3 Fisioterapi Fakultas Vokasi UNMUHA, dalam program SPADA Pro 2 RRI Banda Aceh bertema “Pengalaman Ibu Menyusui & Bekerja, Pentingnya Supporting System yang Kuat”, Sabtu, 12 September 2026. Amelia menilai masa cuti selama enam bulan akan lebih ideal bagi ibu menyusui dibandingkan harus kembali bekerja ketika bayi masih membutuhkan perhatian dan pemberian ASI secara intensif.

Menurut Amelia, kondisi ibu bekerja sangat beragam sehingga tantangan yang dihadapi setelah masa cuti berakhir juga tidak sama. Ibu yang bekerja dengan sistem yang lebih fleksibel mungkin masih memiliki ruang untuk mengatur waktu menyusui atau memerah ASI, sementara pekerja dengan sistem shift, mobilitas tinggi maupun pekerjaan pelayanan dapat menghadapi tekanan yang lebih besar ketika harus meninggalkan bayi.

Kondisi tersebut juga dapat semakin menantang ketika ibu harus menghadapi perjalanan menuju tempat kerja, beban pekerjaan serta kebutuhan untuk memerah ASI selama berada di luar rumah. Amelia menjelaskan bahwa setelah kembali bekerja, ibu dapat menghadapi perubahan rutinitas yang berpotensi menambah stres, sehingga dukungan dari keluarga maupun lingkungan kerja menjadi bagian penting dalam keberlanjutan menyusui.

Hal senada disampaikan dr. Sri Rezeki, Sp.A., Motivator KP-Ibu AIMI Aceh, yang menggambarkan tantangan ibu bekerja sekaligus merawat bayi sebagai kondisi yang membutuhkan tenaga dan perhatian besar. “Sangat menantang ya. Satu ngurusin pasien, kemudian ngurusin bayi di rumah,” ujarnya, menggambarkan situasi yang dapat dialami ibu ketika tuntutan pekerjaan harus berjalan bersamaan dengan tanggung jawab pengasuhan.

dr. Sri menilai dukungan terhadap ibu menyusui tidak cukup hanya diberikan di rumah, tetapi juga perlu hadir di lingkungan tempat kerja. Menurutnya, keberadaan ruang atau pojok ASI yang nyaman dan privat di kantor dapat membantu ibu memerah ASI selama bekerja, sementara dukungan dari rekan kerja juga diperlukan agar ibu tidak merasa sendirian menjalankan tanggung jawab tersebut.

Perpanjangan masa cuti hingga enam bulan dinilai dapat menjadi salah satu bentuk dukungan bagi ibu, namun keberhasilan menyusui setelah kembali bekerja tetap membutuhkan dukungan yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan pasangan, keluarga, tempat kerja dan lingkungan sekitar, ibu diharapkan tetap memiliki kesempatan memberikan ASI sekaligus menjalankan pekerjaan tanpa harus menghadapi seluruh tantangan tersebut seorang diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....