Waspada:Hepatitis B dan C Kerap Tak Bergejala
- 24 Agt 2026 13:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, BANDA ACEH — Hepatitis B dan C perlu diwaspadai masyarakat karena dapat berkembang menjadi penyakit kronis tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Kondisi tersebut membuat penderita sering baru mengetahui penyakitnya ketika kerusakan hati sudah cukup berat.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andrie Gunawan, SpPD FINASIM, mengatakan hepatitis merupakan peradangan pada hati yang dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk infeksi virus, obat-obatan, penyakit autoimun, dan perlemakan hati.
Dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh bertema “Hepatitis: Diam-Diam Mengintai, Kenali Sebelum Terlambat” Sabtu 8 Agustus 2026, dr. Andrie menjelaskan hepatitis virus terdiri atas tipe A, B, C, D, dan E. Di Indonesia, hepatitis A, B, dan C lebih sering ditemukan.
Menurutnya, hepatitis B dan C menjadi perhatian karena dapat berlangsung lebih dari enam bulan atau bahkan bertahun-tahun tanpa keluhan berarti. Penderita kemudian dapat datang ke fasilitas kesehatan dalam kondisi fibrosis, sirosis, hingga kanker hati.
“Kalau sudah sirosis, kerusakan hati yang terjadi tidak bisa dikembalikan seperti semula,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah perubahan warna mata atau kulit menjadi kuning, disertai urine berwarna pekat seperti teh. Namun, mata kuning tidak selalu disebabkan hepatitis karena dapat pula berkaitan dengan gangguan empedu.
Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan medis diperlukan. Pemeriksaan hepatitis B antara lain melalui HBsAg dan pemeriksaan lanjutan HBV DNA, sedangkan hepatitis C dapat diperiksa melalui anti-HCV dan HCV RNA.
dr. Andrie menegaskan masyarakat tidak perlu menunggu munculnya gejala untuk melakukan pemeriksaan, terutama jika memiliki faktor risiko. Pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk medical check-up, dinilai penting untuk mendeteksi hepatitis lebih awal.
Ia juga mengingatkan pasien hepatitis B yang telah mendapatkan terapi agar tidak menghentikan obat secara sepihak. Pengobatan harus dilakukan sesuai arahan dokter dan dihentikan hanya setelah dinyatakan aman oleh tenaga medis.
Sementara itu, hepatitis C saat ini memiliki terapi yang dapat memberikan hasil pengobatan yang baik. Dengan kepatuhan menjalani pengobatan, terapi hepatitis C umumnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.
dr. Andrie mengajak masyarakat tidak menganggap remeh keluhan pada tubuh, terutama jika terjadi berulang atau berlangsung lama. Deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah hepatitis berkembang menjadi kerusakan hati yang lebih berat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....