Vaksinasi dan Perilaku Hidup Sehat Cegah Penularan Hepatitis

  • 24 Agt 2026 12:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, BANDA ACEH — Vaksinasi hepatitis B dan penerapan perilaku hidup sehat menjadi langkah penting dalam mencegah penularan hepatitis di masyarakat. Upaya pencegahan dinilai penting karena sebagian penderita hepatitis, khususnya hepatitis B dan C, tidak mengalami gejala pada tahap awal.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andrie Gunawan, SpPD FINASIM, mengatakan hepatitis A dan E umumnya berkaitan dengan makanan atau lingkungan yang terkontaminasi. Sementara hepatitis B dan C terutama ditularkan melalui darah dan cairan tubuh tertentu.

Dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, ia menyebut kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi antara lain orang yang sering menjalani transfusi darah, pengguna jarum suntik secara bersama, serta bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi hepatitis B.

Tenaga kesehatan juga menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena memiliki risiko terpapar darah pasien dalam menjalankan tugas.

“Yang pertama kita sarankan vaksin itu adalah tenaga kesehatan,” kata dr. Andrie.

Ia menjelaskan vaksin hepatitis B diberikan dalam tiga tahap, yakni dosis pertama, kemudian satu bulan berikutnya dan enam bulan setelah dosis pertama. Setelah rangkaian vaksinasi selesai, pemeriksaan antibodi dapat dilakukan untuk mengetahui tingkat perlindungan tubuh.

Vaksinasi hepatitis B juga diberikan kepada bayi sejak lahir. Khusus bayi yang lahir dari ibu dengan hepatitis B, vaksinasi perlu diberikan sesegera mungkin setelah kelahiran sesuai ketentuan medis.

Selain vaksinasi, masyarakat diminta menghindari penggunaan jarum suntik secara bersama dan berhati-hati saat memberikan pertolongan kepada orang yang mengalami luka berdarah. Pertolongan tetap dapat dilakukan dengan menggunakan pelindung agar darah tidak mengenai kulit atau luka terbuka.

dr. Andrie juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan bagi anggota keluarga apabila terdapat salah satu anggota keluarga yang terdiagnosis hepatitis. Anggota keluarga yang belum terinfeksi dapat berkonsultasi untuk mendapatkan vaksinasi hepatitis B.

Menurutnya, menjaga kesehatan hati tidak hanya berkaitan dengan pencegahan hepatitis akibat virus. Masyarakat juga perlu mengendalikan pola makan, menjaga berat badan dan kadar kolesterol, serta menghindari penggunaan obat secara berlebihan.

Penggunaan obat seperti parasetamol dalam jangka panjang dan dosis yang tidak sesuai dapat mengganggu fungsi hati. Konsumsi minuman tertentu secara berlebihan juga dapat memberikan dampak terhadap organ tubuh.

dr. Andrie mengajak masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami mata atau kulit menguning, urine berwarna pekat, nyeri perut kanan atas, atau keluhan yang berlangsung lama dan berulang.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak selalu menganggap keluhan perut sebagai masuk angin, karena gejala tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada organ tubuh yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....