Gaya Hidup Modern Picu Sindrom Metabolik, Begini Cara Cegahnya

  • 12 Sep 2026 21:21 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - RRI PRO 1 Banda Aceh kembali menghadirkan program kesehatan Dialog Klinik Angkasa dengan mengangkat tema “Sindrom Metabolik: Bom Waktu di Balik Gaya Hidup Modern”.

Dialog kesehatan ini disiarkan langsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 10.00 - 11.00 WIB melalui kanal YouTube RRI Banda Aceh LIVE dan 97.7 FM RRI PRO 1 Banda Aceh. Acara ini menghadirkan dr. Ulva Yogia Guslaf, Sp.PD sebagai narasumber dan dipandu oleh presenter Kharai

Dalam dialog tersebut, dr. Ulva menjelaskan bahwa sindrom metabolik bukanlah satu penyakit tunggal, melainkan kumpulan beberapa kondisi yang muncul bersamaan.

"Sindrom metabolik itu ibarat bom waktu. Ada 5 komponen utama: lingkar perut berlebih, tekanan darah tinggi, gula darah puasa tinggi, trigliserida tinggi, dan HDL atau kolesterol baik yang rendah. Kalau seseorang punya 3 dari 5 kriteria ini, maka dia sudah masuk kategori sindrom metabolik," jelas dr. Ulva.

Menurutnya, gaya hidup modern menjadi pemicu utama. Pola makan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, kurang aktivitas fisik, kurang tidur, serta stres kronis membuat prevalensinya meningkat, bahkan pada usia produktif.

"Banyak pasien datang dengan keluhan biasa, tapi setelah diperiksa ternyata sudah ada 3 faktor risiko sekaligus. Kalau tidak dikontrol sejak awal, 5-10 tahun ke depan risikonya bisa ke arah diabetes, serangan jantung, dan stroke," tambahyan

dr. Ulva menekankan pentingnya deteksi dini. Pemeriksaan sederhana seperti mengukur lingkar pinggang, tekanan darah, gula darah, dan profil lipid bisa dilakukan di fasilitas kesehatan terdekat.

"Untuk pencegahan, kuncinya ada di 4 pilar: pertama, atur pola makan. Perbanyak sayur, buah, protein tanpa lemak, dan kurangi makanan ultra proses. Kedua, aktif bergerak minimal 150 menit per minggu. Ketiga, kelola stres dan cukup tidur 7-8 jam. Keempat, berhenti merokok dan batasi alkohol," sarannya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunggu sampai sakit. Medical check up tahunan sangat dianjurkan, terutama bagi yang punya riwayat keluarga diabetes dan penyakit jantung," tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....