Waspada Gangguan Pendengaran akibat Bising
- 16 Mei 2026 17:31 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO .ID, Banda Aceh – Kebiasaan terpapar suara bising berlebihan bisa merusak pendengaran secara permanen. dokter Spesialis THT dr. Musmuliadi, Sp.THT mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap Noise-Induced Hearing Loss atau gangguan pendengaran akibat bising, hal tersebut disampaikan saat wawancara bersama RRI, Sabtu 25 April 2026
Menurut dr. Musmuliadi, telinga manusia memiliki sel rambut halus di koklea yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal ke otak. Paparan suara di atas 85 desibel dalam waktu lama bisa membuat sel tersebut rusak dan tidak bisa beregenerasi.
"Kalau sudah rusak, selnya tidak tumbuh lagi. Jadi gangguan pendengaran akibat bising ini sifatnya permanen. Tidak bisa balik 100 persen," jelasnya
Ia menyebut sumber bising yang paling sering ditemui sehari-hari berasal dari earphone dengan volume tinggi, knalpot bising, mesin industri, hingga kebisingan lalu lintas di kota besar. Gejala awalnya sering diabaikan, seperti telinga berdenging, terasa penuh, atau sulit memahami percakapan di tempat ramai,tuturnya
Kelompok usia produktif 15-35 tahun jadi yang paling berisiko karena kebiasaan menggunakan headset lebih dari 2 jam sehari dengan volume maksimal. Data WHO mencatat lebih dari 1 miliar anak muda di dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran karena paparan suara bising rekreasi, ungkapnya
Untuk mencegahnya, dr. Musmuliadi menyarankan aturan 60/60: volume earphone maksimal 60% dan durasi pemakaian tidak lebih dari 60 menit per hari. "Kalau kerja di lingkungan bising, wajib pakai pelindung telinga. Dan kalau sudah merasa telinga berdenging lebih dari 24 jam, segera periksa ke dokter THT," katanya.
Gangguan pendengaran akibat bising bisa dicegah, tapi tidak bisa disembuhkan total jika sudah parah. Dr. Musmuliadi mengajak masyarakat menjadikan pemeriksaan pendengaran sebagai bagian dari medical check up rutin, terutama bagi pekerja di lingkungan bising dan pengguna earphone aktif.
"Menjaga pendengaran itu investasi jangka panjang. Sekali hilang, tidak ada gantinya," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....