Bukan Hanya Polusi Udara, Mikroplastik Kini Ikut Turun Bersama Hujan?

  • 09 Sep 2026 09:54 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh-Mikroplastik kini tidak hanya ditemukan di laut, makanan, dan air minum, tetapi juga terdeteksi di air hujan. Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran sangat kecil dapat terbawa angin ke atmosfer dan kemudian turun bersama air hujan, salah satunya ditemukan di wilayah Jakarta.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa keberadaan mikroplastik di air hujan tidak berarti air hujan berbahaya langsung bagi kesehatan.

“Fenomena ini perlu diwaspadai, bukan ditakuti. Ini sinyal bahwa partikel plastik sudah tersebar sangat luas di sekitar kita,” ujar Aji.Dilansir melalui laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter hingga ukuran yang sangat kecil. Partikel tersebut dapat berasal dari pecahan plastik berukuran besar seperti botol dan kantong plastik maupun dari produk yang sejak awal mengandung partikel berukuran kecil. Karena sulit terurai, mikroplastik dapat bertahan lama di lingkungan dan berpindah melalui udara, tanah, serta air.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa ditemukannya mikroplastik dalam air hujan tidak serta-merta berarti air hujan langsung berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, fenomena tersebut perlu diwaspadai karena manusia dapat terpapar mikroplastik melalui makanan, minuman, maupun udara. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang berpotensi memicu peradangan jaringan tubuh. Bahan kimia tertentu yang dapat menempel pada mikroplastik, seperti BPA dan phthalates, juga berpotensi memengaruhi sistem hormon dan reproduksi.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah kuat yang menyatakan mikroplastik secara langsung menyebabkan penyakit tertentu pada manusia. Tingkat paparan pada masyarakat umum masih terus diteliti. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu mengurangi sumber pencemaran plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membawa botol minum dan tas belanja yang dapat digunakan kembali, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak membakar sampah plastik. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan juga dapat membantu mengurangi paparan debu dan polusi yang berpotensi membawa mikroplastik. Upaya sederhana tersebut penting dilakukan bersama untuk mengurangi pencemaran plastik sekaligus menjaga kesehatan dan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....