Tips Mengontrol Asma untuk Tetap Produktif

  • 05 Jul 2026 14:56 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Asma bukan lagi menjadi penghalang bagi seseorang untuk tetap menjalani aktivitas sehari-hari secara produktif. Dengan pengelolaan yang tepat, penderita asma dapat hidup sehat dan aktif. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Nurfitriani, Sp.P, dalam program Dialog Asokaya yang disiarkan RRI Banda Aceh bekerja sama dengan PERMATA HATI Aceh, Sabtu 4 Juli 2026 mengangkat tema "Asma Jinak, Hidup Enak: Tips Mengontrol Asma untuk Si Produktif."

dr. Nurfitriani menjelaskan bahwa asma merupakan penyakit peradangan kronis pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan jalan napas. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti sesak napas, batuk, napas berbunyi mengi, hingga rasa berat di dada. Gejala dapat kambuh sewaktu-waktu apabila penderita terpapar faktor pencetus.

Menurutnya, pencetus serangan asma dapat berupa debu, asap rokok, udara dingin, bulu hewan, infeksi saluran pernapasan, aktivitas fisik berlebihan, hingga stres. Oleh karena itu, mengenali dan menghindari faktor pemicu menjadi langkah penting dalam mengendalikan penyakit ini.

Dr. Nurfitriani menekankan bahwa pengobatan asma tidak hanya dilakukan saat serangan terjadi, tetapi juga memerlukan terapi pengendali yang digunakan secara rutin sesuai anjuran dokter. Kepatuhan dalam menggunakan obat inhalasi serta kontrol kesehatan secara berkala sangat berperan dalam mencegah kekambuhan dan menjaga fungsi paru tetap optimal.

Selain pengobatan, penerapan pola hidup sehat juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan asma. Penderita dianjurkan untuk rutin berolahraga sesuai kemampuan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan ideal, serta menghindari paparan asap rokok dan polusi udara.

"Apabila asma terkontrol dengan baik, penderita dapat menjalani aktivitas, bekerja, belajar, bahkan berolahraga tanpa hambatan berarti. Kunci utamanya adalah disiplin dalam pengobatan, mengenali pencetus, dan melakukan kontrol rutin," jelas dr. Nurfitriani.

Melalui Dialog Asokaya ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa asma bukan penyakit yang harus ditakuti. Dengan edukasi yang tepat, kepatuhan terhadap terapi, dan penerapan gaya hidup sehat, penderita asma dapat hidup lebih nyaman, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....