Dinkes Banda Aceh Dorong Edukasi Kesehatan Cegah HIV

  • 28 Agt 2026 07:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, BANDA ACEH — Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh mendorong peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku berisiko sebagai bagian dari upaya menekan penularan HIV di masyarakat.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, drg. Supriady.R.M.Kes, dalam Dialog PPA RRI Senin 24 Agustus 2026 menjelaskan, HIV merupakan infeksi yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan memiliki jalur penularan tertentu. Karena itu, HIV tidak dapat disamakan dengan identitas atau orientasi seksual seseorang.

drg. Supriady mengatakan, penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum yang terkontaminasi, transfusi darah yang tidak aman, serta dari ibu dengan HIV kepada anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui.

Ia menegaskan, HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berdekatan, keringat, atau penggunaan fasilitas umum bersama.

Untuk mencegah penularan dari ibu ke anak, Dinas Kesehatan menjalankan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Ibu hamil juga mendapat pemeriksaan untuk sejumlah penyakit infeksi, termasuk HIV, sehingga apabila ditemukan positif dapat segera memperoleh penanganan dan pengobatan.

drg. Supriady juga menjelaskan, layanan kesehatan bagi remaja tersedia melalui program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja atau PKPR. Layanan tersebut mencakup konseling mengenai kesehatan reproduksi, tumbuh kembang dan aspek psikologis remaja.

Selain itu, tersedia layanan konseling dan tes HIV secara sukarela. Kerahasiaan identitas pasien dijamin, sehingga masyarakat yang merasa memiliki risiko diimbau tidak takut untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Menurutnya, edukasi kepada remaja perlu dilakukan sejak dini melalui komunikasi yang terbuka dan tidak menghakimi. Anak perlu memahami konsekuensi dari perilaku berisiko serta mengetahui tempat mendapatkan informasi dan layanan kesehatan yang benar.

drg. Supriady menilai upaya pencegahan HIV membutuhkan kerja sama tiga lingkungan utama, yakni keluarga, sekolah dan masyarakat. Keluarga berperan membangun komunikasi dan pengawasan, sekolah memperkuat edukasi kesehatan dan konseling, sedangkan masyarakat perlu menyediakan lingkungan yang aman dan positif bagi remaja.

Ia berharap pendekatan edukasi dan layanan kesehatan yang tepat dapat membantu generasi muda memahami risiko HIV serta menjaga kesehatan reproduksi mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....