USK Edukasi Kesehatan Bagi Korban Bencana di Pidie Jaya

  • 24 Jul 2026 12:44 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Tim Dia-Bencana (Diabetes Bencana) Universitas Syiah Kuala (USK), menggelar edukasi kesehatan tentang kepatuhan terapi, pada pasien diabetes pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten setempat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Edukasi kesehatan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul "Dia-Bencana: Komunikasi Kesehatan dan Perilaku Pencarian Informasi Terapi, dan Akses Obat pada Pasien Diabetes Pascabencana di Aceh", yang didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK tahun 2026.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima dosen USK, yaitu Rizanna Rosemary, Alfi Rahman, dan Uswatun Nisa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Sarah Firdausa dari Program Studi Ilmu Penyakit Dalam, serta Nurul Kamaly dari Program Studi Ilmu Pemerintahan.

Rizanna selaku ketua tim mengungkapkan, tujuan utama penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat perbedaan pola akses terapi dan obat-obatan sebelum dan sesudah bencana terjadi.

“Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi sistem komunikasi kesehatan dan proses pencarian informasi pasien diabetes terkait terapi dan akses obat, mengukur tingkat kepatuhan terapi beserta alasannya pada pasien diabetes, serta mengkaji hambatan dan peluang komunikasi kesehatan diabetes pascabencana,” jelasnya.

Edukasi kesehatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pidie Jaya, Eddy Azwar. Serta Kepala Puskesmas Meurah Dua, Jamaluddin, serta 50 peserta yang terdiri dari penderita diabetes beserta pendampingnya. Kegiatan ini juga melibatkan Puskesmas Meurah Dua dan Puskesmas Meuredu di Kabupaten Pidie Jaya. Selain sosialisasi kepatuhan terapi dan materi edukasi kesehatan tentang diabetes, rangkaian kegiatan juga diisi dengan survei kepatuhan pasien, pemeriksaan kesehatan dan cek gula darah gratis.

Seusai edukasi bencana, tim Dia-Bencana juga akan melakukan diskusi kelompok terfokus (FGD) bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD Pidie Jaya, BPJS Pidie Jaya, sejumlah tenaga kesehatan di Pidie Jaya, dan para keuchik gampong di wilayah tersebut untuk memperdalam temuan

Rizanna, menyampaikan bahwa komunikasi kesehatan masih jarang digalakkan, padahal hal tersebut sangat penting. Ia menekankan bahwa informasi kesehatan tidak selalu datang dengan sendirinya, melainkan juga harus dicari secara aktif.

Adapun dalam sambutannya, Eddy Azwar menyampaikan apresiasi kepada Tim Dia-Bencana USK. Ia mengungkapkan bahwa angka penderita diabetes di Pidie Jaya cukup tinggi, terutama di kalangan laki-laki, dengan rincian 1.852 kasus pada laki-laki dan 1.542 kasus pada perempuan.

"Tim ini insyaallah akan membantu kami menangani penyakit tidak menular. Hari ini ada tiga penyakit tidak menular yang sangat serius dan harus ditangani, yaitu diabetes, hipertensi, dan jantung. Mari kita ikuti kegiatan ini dengan serius, dan kami yakin akan ada jalan keluar serta solusi yang baik, baik bagi peserta maupun pihak dinas terkait dalam penanganan diabetes," ujarnya.

Sarah Firdausa, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus anggota tim, mengungkapkan bahwa diabetes merupakan penyakit nomor satu terbanyak di Indonesia. Menurutnya, selain kesadaran penderita, pendamping penderita juga memiliki peran besar dalam penanganan diabetes, apalagi perilaku kita sering kali memicu diabetes.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....