Kurangi Ketergantungan pada Layar Digital Demi Kesehatan Mental

  • 17 Jul 2026 10:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh -Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital guna menjaga kesehatan mental di tengah meningkatnya intensitas penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan dr. Desikaliana, Sp. KJ selaku Spesialis Kedokteran Jiwa dalam dialog ASOKAYA bertema "Scroll Sampai Lupa Dunia" bersama Pro4 RRI Banda Aceh, Sabtu 11 Juli 2026.

Ketergantungan terhadap layar digital dinilai dapat memengaruhi kualitas tidur, produktivitas, hingga hubungan sosial apabila tidak dikelola dengan baik. Dimana pentingnya membatasi waktu penggunaan perangkat digital sebagai upaya menjaga kesehatan mental, khususnya bagi anak, remaja, dan usia produktif.

“Perkembangan teknologi telah memberikan banyak kemudahan, mulai dari akses informasi, komunikasi, hingga proses belajar dan bekerja. Namun, penggunaan gawai secara berlebihan tanpa disertai pengendalian diri berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti stres, kecemasan, kelelahan mental, hingga menurunnya konsentrasi,” pungkasnya.

Penggunaan layar digital perlu dilakukan secara seimbang. Masyarakat dianjurkan mengatur waktu penggunaan gawai, mengurangi aktivitas yang tidak produktif di media sosial, serta menyediakan waktu khusus untuk beristirahat dari perangkat elektronik.

“Bagi anak dan remaja, peran keluarga menjadi sangat penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Orang tua diharapkan mendampingi anak saat menggunakan internet, menetapkan aturan penggunaan gawai sesuai usia, serta mendorong aktivitas di luar ruangan, seperti berolahraga, membaca, atau berinteraksi langsung dengan keluarga dan teman,” jelasnya.

Selain itu, sekolah dan lingkungan sekitar juga memiliki peran dalam meningkatkan literasi digital. “Edukasi mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab perlu terus diberikan agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkarya, dan berkomunikasi tanpa mengorbankan kesehatan mental,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....