Psikiater Ingatkan Bahaya Scroll Berlebihan bagi Kesehatan Jiwa
- 12 Jul 2026 18:29 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Psikiater dr. Desikaliana, Sp.KJ mengingatkan kebiasaan menggulir layar atau scroll media sosial secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan jiwa. Kondisi itu juga berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari bila tidak dikendalikan.
Peringatan tersebut disampaikan dalam Dialog Asokaya RRI Banda Aceh, Sabtu, 11 Juli 2026. Ia menjelaskan penggunaan gawai harus disesuaikan dengan kebutuhan dan durasi yang sehat.
Menurut Desikaliana, kecanduan gawai terjadi ketika seseorang sulit menghentikan penggunaan perangkat digital. Kondisi itu ditandai kebiasaan menunda tidur, makan, ibadah, hingga pekerjaan penting.
"Penggunaan gadget yang terlalu lama dan sulit dikendalikan dapat mengganggu kesehatan fisik maupun jiwa," ujarnya. Ia menegaskan gawai seharusnya menjadi alat bantu, bukan mengendalikan penggunanya.
Ia menjelaskan anak usia nol hingga dua tahun sebaiknya tidak terpapar gawai. Anak usia tiga hingga enam tahun hanya dianjurkan menggunakan gawai maksimal satu jam dengan pendampingan orang tua.
Sementara remaja dianjurkan menggunakan gawai tidak lebih dari tiga jam setiap hari. Penggunaan tersebut harus diselingi istirahat agar tidak mengganggu kesehatan mata dan konsentrasi.
Desikaliana menyebut tanda kecanduan meliputi sulit berhenti menggunakan gawai, gangguan tidur, mudah marah, serta menurunnya prestasi belajar. Kondisi itu juga dapat memicu gangguan konsentrasi dan hubungan sosial.
Ia menambahkan orang tua perlu membatasi penggunaan gawai sejak dini. Anak juga harus diajak berinteraksi melalui permainan, membaca, atau aktivitas luar ruangan.
"Gadget adalah alat untuk mencerdaskan kita, bukan mengendalikan kita," katanya. Ia mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan digital sehat agar terhindar dari kecanduan gawai.
Desikaliana juga mengimbau generasi muda memanfaatkan teknologi secara bijak untuk belajar dan berkarya. Menurutnya, pengendalian penggunaan gawai menjadi langkah penting menjaga kesehatan mental di era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....