Hari tanpa Tembakau Sedunia 2026, Momentum Tingkatkan Kesadaran Bahaya Nikotin

  • 31 Mei 2026 18:28 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh- Setiap tanggal 31 Mei, masyarakat dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap dampak buruk konsumsi tembakau dan produk nikotin bagi kesehatan.

Pada peringatan tahun 2026, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengangkat tema “Unmask the Appeal – Countering Tobacco and Nicotine Addiction” atau “Mengungkap Daya Tarik, Melawan Kecanduan Tembakau dan Nikotin.” Tema tersebut menyoroti berbagai strategi pemasaran yang membuat produk tembakau dan nikotin terlihat menarik, terutama bagi kalangan remaja dan generasi muda.

WHO menyebut industri tembakau dan nikotin terus mengembangkan desain produk, rasa, hingga promosi yang dapat mendorong munculnya ketergantungan sejak usia muda. Lembaga itu mencatat sekitar 15 juta remaja berusia 13 hingga 15 tahun di dunia telah menggunakan rokok elektronik atau vape.

Rokok sendiri telah lama diidentifikasi sebagai faktor risiko dominan berbagai penyakit tidak menular, mulai dari kanker paru, penyakit jantung, stroke, hingga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Bahaya tersebut tidak hanya mengancam si perokok, melainkan juga mereka yang terpapar asapnya — termasuk anak-anak dan anggota keluarga di dalam rumah.

Melalui peringatan ini, WHO mendorong masyarakat untuk menekan hingga menghentikan konsumsi rokok dan produk nikotin sejenis. Di sisi kebijakan, WHO mendesak pemerintah mempertegas regulasi pengendalian tembakau — mencakup pembatasan iklan, larangan penggunaan perisa pada produk nikotin, serta perluasan kawasan bebas asap rokok.

Melalui peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, WHO mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi hingga menghentikan konsumsi rokok dan produk nikotin lainnya. Organisasi tersebut juga mendorong pemerintah memperkuat kebijakan pengendalian tembakau, termasuk pembatasan iklan, promosi, penggunaan perisa pada produk nikotin, serta perluasan kawasan tanpa rokok.

Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk menjauhi rokok, menghindari paparan asap tembakau, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....