Rumah Bukan Sepenuhnya Aman, Kenali Sumber Mikroplastik yang Sering Terabaikan

  • 13 Jul 2026 10:33 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh-Mikroplastik kini menjadi salah satu isu lingkungan dan kesehatan yang semakin mendapat perhatian. Partikel plastik berukuran sangat kecil, yakni kurang dari lima milimeter, ternyata tidak hanya ditemukan di laut atau sungai, tetapi juga dapat berasal dari berbagai benda yang digunakan setiap hari di dalam rumah. Tanpa disadari, aktivitas sehari-hari dapat menjadi sumber paparan mikroplastik yang berpotensi mencemari udara, makanan, hingga air yang dikonsumsi.

Salah satu sumber mikroplastik yang paling umum berasal dari pakaian berbahan sintetis seperti polyester, nilon, dan akrilik. Saat dicuci menggunakan mesin cuci, serat-serat halus dari kain tersebut dapat terlepas dan terbawa bersama air limbah. Selain itu, karpet, sofa, dan tirai berbahan sintetis juga dapat melepaskan partikel mikroplastik ke udara akibat gesekan atau penggunaan dalam jangka waktu lama.

Peralatan dapur berbahan plastik juga menjadi penyumbang mikroplastik yang sering diabaikan. Wadah makanan, talenan plastik, spatula, hingga botol minuman yang sudah aus atau terkena suhu tinggi berpotensi melepaskan partikel plastik berukuran mikro. Penggunaan wadah plastik untuk memanaskan makanan di dalam microwave tanpa memperhatikan petunjuk penggunaan juga dapat meningkatkan risiko pelepasan partikel tersebut.

Dilansir dari laman Housely dan Microplastx, Es teh dingin atau teh tawar hangat selalu jadi pendamping yang menyegarkan saat makan, namun di balik kesegarannya itu menyimpan bahaya bagi kesehatan tubuh kita. Perlu diketahui, bahwa kantong teh berbahan dasar plastik yang terbuat dari nilon atau PET yang dapat melepaskan lebih dari 11 miliar partikel mikroplastik ke dalam satu cangkir. Saat kita menyeduh teh tersebut, partikel-partikel ini akan meresap langsung ke dalam minuman dan jika dibiarkan akan berdampak serius bagi kesehatan.

Para ahli menyarankan masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilih peralatan rumah tangga berbahan kaca, stainless steel, atau kayu, serta menggunakan pakaian berbahan serat alami seperti katun dan linen. Membersihkan rumah secara rutin dengan kain lembap dan penyedot debu yang memiliki penyaring berkualitas juga dapat membantu mengurangi paparan mikroplastik di dalam rumah. Dengan langkah sederhana tersebut, masyarakat dapat berkontribusi menjaga kesehatan keluarga sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....