Sistem Rujukan Kesehatan Dinilai Perlu Perbaikan Serius
- 23 Jun 2026 19:37 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Permasalahan dalam sistem rujukan pasien dapat berdampak serius terhadap keselamatan dan nyawa pasien, terutama bagi mereka yang berada dalam kondisi gawat darurat. Keterlambatan mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan rujukan berisiko memperburuk kondisi pasien dan menghambat tindakan medis yang seharusnya segera dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG(K), Subsp.FER dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh, Sabtu 13 Juni 2026, , dengan tema “Saat Rujukan Bermasalah Nyawa Dipertaruhkan.”
Prof. Rajuddin menjelaskan, sistem rujukan merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Rujukan dilakukan ketika fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak memiliki sarana, tenaga medis, maupun layanan spesialis yang dibutuhkan pasien.
Menurutnya, proses rujukan harus berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sebab, dalam kondisi tertentu seperti kehamilan dengan komplikasi, perdarahan, kecelakaan, stroke, serangan jantung, maupun penyakit kritis lainnya, setiap menit sangat menentukan keselamatan pasien.
“Ketika pasien membutuhkan tindakan lanjutan, tetapi proses rujukan terkendala, maka risiko terhadap pasien menjadi semakin besar. Karena itu, koordinasi antara fasilitas kesehatan pengirim dan rumah sakit penerima harus berjalan dengan baik,” ujar Prof. Rajuddin.
Ia menambahkan, sejumlah kendala yang sering muncul dalam proses rujukan antara lain keterbatasan ruang rawat inap, ketersediaan tempat tidur, tenaga medis, alat kesehatan, transportasi pasien, hingga komunikasi yang belum optimal antar fasilitas kesehatan.
| Baca juga: Begini Cara Tepat Tangani Alergi Anak |
Prof. Rajuddin menekankan pentingnya kesiapan rumah sakit dalam menerima pasien rujukan, terutama untuk kasus-kasus darurat. Selain itu, fasilitas kesehatan pengirim juga perlu memastikan kondisi pasien telah distabilkan sebelum dilakukan pemindahan ke rumah sakit tujuan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan, terutama bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko atau keluhan tertentu. Deteksi dini dan pemeriksaan rutin dapat membantu mencegah terjadinya kondisi darurat yang membutuhkan rujukan mendadak,ungkapnya
Prof. Rajuddin berharap sistem rujukan kesehatan dapat terus diperbaiki agar lebih responsif, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Dengan pelayanan rujukan yang cepat dan tepat, risiko kematian maupun komplikasi berat pada pasien dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....