Layanan Lansia di Posyandu Aceh Dinilai Belum Optimal
- 26 Mei 2026 20:55 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Dinas Kesehatan Aceh menilai layanan kesehatan bagi usia lanjut di posyandu masih memerlukan penguatan, terutama dalam peningkatan kapasitas kader, partisipasi lansia, serta dukungan sarana dan prasarana di tingkat desa.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Dinas Kesehatan Aceh, Nurlaili, dalam dialog Banda Aceh Menyapa di RRI Banda Aceh Senin, 4 Mei 2026, mengatakan konsep posyandu saat ini telah berubah menjadi layanan terintegrasi untuk seluruh siklus hidup.
“Sekarang tidak ada lagi istilah posyandu lansia. Yang ada adalah posyandu yang memberikan layanan kepada lansia,” kata Nurlaili.
Menurutnya, layanan posyandu kini mencakup bayi, balita, remaja, ibu hamil hingga lansia dalam satu sistem Integrasi Layanan Primer (ILP).
Ia menjelaskan, para lansia dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan seperti tekanan darah, kolesterol, asam urat, lingkar perut, hingga pemeriksaan pendengaran di posyandu.
Selain pemeriksaan kesehatan, lansia juga mendapat edukasi pola makan sehat dan pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, serta penyakit jantung.
Namun demikian, Nurlaili mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, salah satunya keterbatasan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai seperti stik gula darah dan kolesterol.
“Alat-alat di posyandu sekarang sudah berbasis digital dan membutuhkan dukungan operasional, termasuk baterai. Ini menjadi tantangan yang perlu dukungan dari pemerintah desa,” ujarnya.
Kendala lain ialah rendahnya partisipasi lansia untuk datang ke posyandu. Banyak lansia yang enggan hadir karena merasa masih sehat atau sibuk menjaga cucu di rumah.
Kepala UPTD Puskesmas Kuta Alam, Lia Silvianty Nasty, mengatakan lansia yang datang ke posyandu umumnya masih orang yang sama setiap bulan.
“Yang hadir itu-itu saja. Padahal pemeriksaan rutin penting untuk memantau kondisi kesehatan mereka,” kata Lia.
Ia menyebutkan petugas puskesmas bersama kader tetap melakukan kunjungan rumah bagi lansia yang memiliki keterbatasan gerak atau tidak mampu datang ke posyandu.
Dinas Kesehatan Aceh berharap penguatan layanan lansia dapat dilakukan melalui peningkatan kompetensi kader posyandu, penguatan komunikasi dengan masyarakat, serta dukungan aktif pemerintah gampong dan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....