Bintang Kecil Dorong Potensi Anak Berkebutuhan Khusus

  • 08 Jun 2026 14:22 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pusat Terapi Bintang Kecil Aceh terus mendorong pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus melalui layanan terapi dan pendidikan inklusif. Lembaga yang telah hadir sejak 2006 itu kini fokus memberikan pendampingan bagi anak disabilitas dan layanan pendidikan kesetaraan.

Guru Sekolah Persiapan Anak (SEPA) Bintang Kecil Aceh, Rossa Ayunanda, S.Pd mengatakan lembaganya saat ini memiliki dua layanan utama. Layanan tersebut meliputi homeschooling untuk pendidikan kesetaraan dan pusat terapi bagi anak berkebutuhan khusus.

“Homeschooling fokus pada layanan kesetaraan, sedangkan pusat terapi khusus untuk anak berkebutuhan khusus. Kami juga memiliki kelas SEPA untuk melatih kemandirian dan kemampuan sosial anak,” ujarnya dalam Dialog Disabilitas dan Inklusi RRI Banda Aceh, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut Rossa, stigma masih menjadi tantangan terbesar yang dihadapi anak berkebutuhan khusus. Banyak masyarakat yang belum memahami kondisi seperti ADHD maupun slow learner sehingga kerap memberi label negatif kepada anak.

Ia menjelaskan anak dengan ADHD sering dianggap nakal karena sulit diam dan mengikuti arahan. Sementara anak slow learner kerap dicap bodoh karena membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami pelajaran.

“Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Label negatif dapat memengaruhi kepercayaan diri dan tumbuh kembang anak,” katanya.

Rossa menuturkan anak yang terus-menerus menerima stigma berisiko mengalami rendah diri. Kondisi tersebut dapat membuat mereka enggan bersosialisasi maupun mengikuti pendidikan.

Karena itu, Bintang Kecil menerapkan pendekatan yang berfokus pada pengembangan potensi anak. Berbagai kegiatan seperti memasak, melukis, hingga pembelajaran luar ruang dilakukan untuk melatih keterampilan sosial sekaligus menemukan bakat mereka.

Ia mencontohkan salah satu anak yang awalnya dianggap sulit berkembang kini mampu berjualan kompos. Kemampuan tersebut muncul setelah guru menemukan minat anak tersebut pada bidang pertanian dan lingkungan.

“Setiap anak memiliki potensi masing-masing. Jika kita sabar dan percaya kepada mereka, potensi itu bisa berkembang,” ucapnya.

Rossa juga mengingatkan orang tua agar tidak ragu mencari bantuan profesional jika melihat adanya perbedaan perkembangan pada anak. Menurutnya, penerimaan keluarga menjadi langkah awal yang penting dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.

“Jangan menganggap kondisi anak sebagai aib atau kekurangan. Mari bersama-sama menggali potensi mereka agar dapat berkembang secara optimal,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....