Dokter Ingatkan Konsumsi Garam Berlebih Tingkatkan Risiko Hipertensi
- 22 Mei 2026 06:27 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Konsumsi makanan tinggi garam disebut menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus hipertensi di masyarakat, termasuk pada kelompok usia muda.
Dokter spesialis penyakit dalam di RSUDZA, dr. Desi Salwani, SpPD, KGH, mengatakan pola makan masyarakat yang cenderung asin berkontribusi besar terhadap kenaikan tekanan darah.
Dalam Dialog Klinik Angkasa Sabtu 2 Mei 2026 , ia menjelaskan garam dapat menyebabkan retensi cairan dan memengaruhi aliran darah ke ginjal sehingga tekanan darah meningkat.
“Beberapa orang sangat sensitif terhadap garam. Sedikit saja konsumsi asin, tensinya bisa langsung naik,” katanya.
Menurut dr. Desi, sejumlah makanan khas yang tinggi garam perlu dikonsumsi secara bijak, seperti ikan asin, telur asin, terasi, makanan olahan, serta berbagai saus dan kecap.
“Kadang bukan cuma makanannya, tapi proses pengolahannya juga. Sudah dimarinasi pakai garam, dimasak tambah garam lagi, lalu ditambah saus atau kecap. Jadinya asinnya berlapis,” ujarnya.
Ia menegaskan penderita hipertensi tetap boleh mengonsumsi daging, termasuk daging kambing, asalkan dalam jumlah wajar dan tidak diolah secara berlebihan.
“Bukan daging kambing yang langsung bikin hipertensi, tapi biasanya cara memasaknya yang terlalu asin,” ucapnya.
Selain garam, konsumsi gula berlebih juga dinilai berbahaya karena dapat memicu obesitas, diabetes, hingga gangguan ginjal yang berkaitan dengan hipertensi.
“Sering kali kita tidak sadar kalau makanan ringan, keripik, minuman manis, sampai buah yang terlalu manis juga mengandung gula tinggi,” katanya.
Dr. Desi turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental karena stres dan tekanan pekerjaan juga dapat meningkatkan tekanan darah melalui hormon adrenalin dan kortisol.
“Kalau terlalu ambisius dan terus memikirkan sesuatu, tubuh jadi tidak rileks. Denyut jantung meningkat dan tensi ikut naik,” ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat dengan olahraga rutin, mengurangi makanan tinggi garam dan gula, memperbanyak aktivitas fisik, serta mengelola stres dengan baik.
“Yang paling penting adalah konsisten menjalani gaya hidup sehat sejak muda agar risiko hipertensi dan komplikasinya bisa dicegah,” kata dr. Desi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....