Mengenal Kanker Serviks: Penyebab dan Gejala yang Perlu Diwaspadai
- 09 Mei 2026 13:45 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Acrh - Kanker serviks atau kanker leher rahim masih menjadi salah satu kanker yang paling sering dialami perempuan di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan RI, setidaknya ada 15.000 kasus kanker serviks setiap tahunnya di Indonesia. Padahal, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dan peluang kesembuhan jauh lebih besar jika ditemukan sejak dini, Hal tersebut disampaikan dr. Meutia Handiny, Sp.OG, special kandungan, saat diwawancara RRI, Sabtu 9 Mei 2026
Meutia nenjelaskan, Kanker serviks adalah pertumbuhan sel tak terkendali pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Pada tahap awal, kanker ini berkembang secara perlahan dari perubahan sel-sel di serviks yang disebut displasia sebelum menjadi kanker, ujarnya.
Menurutnya salah satu tantangan terbesar kanker serviks adalah sifatnya yang “diam-diam”. Pada stadium awal, kanker serviks umumnya tidak menimbulkan gejala atau hanya gejala ringan yang sering tidak disadari.
Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi jangka panjang oleh Human Papilloma Virus atau HPV, khususnya tipe 16 dan 18 yang bersifat onkogenik atau dapat memicu kanker. HPV bertanggung jawab atas lebih dari 95% kasus kanker serviks, ungkap Meutia.
“HPV sangat umum menular melalui kontak seksual. Sekitar 85% orang dewasa yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV minimal sekali dalam hidupnya. Tidak semua jenis HPV berbahaya, tapi tipe 16 dan 18 menyebabkan lebih dari 75% kasus kanker serviks,” jelasnya
Ia menambahkan Selain HPV, beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker serviks antara lain:
Perilaku seksual berisiko: Aktivitas seksual dini dan memiliki banyak pasangan seksual
Baca juga: Begini Cara Tepat Tangani Alergi AnakKebiasaan merokok: Infeksi HPV cenderung bertahan lebih lama pada perokok
Daya tahan tubuh lemah: Seperti pada pengidap HIV, risikonya 6 kali lebih tinggi
Penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang lebih dari 5 tahun
Riwayat melahirkan banyak anak
Meutia menekankan, kanker serviks stadium awal sering tanpa gejala khas. Namun saat sudah berkembang, gejala yang muncul antara lain:
Perdarahan vagina tidak normal: Di luar siklus haid, setelah berhubungan seksual, atau setelah menopause
Keputihan tidak biasa: Encer, berdarah, dalam jumlah banyak, dan berbau busuk
Nyeri saat berhubungan intim
Nyeri panggul atau punggung bagian bawah
Menstruasi lebih banyak dan lebih lama dari biasanya
Penurunan berat badan tanpa sebab
Jika sudah menyebar, bisa muncul keluhan lain seperti sulit buang air kecil, kencing berdarah, kaki bengkak, dan mudah llelah, tutur Meutia
| Baca juga: Waspada sejak Dini Alergi pada Anak |
Pencegahan dan Deteksi Dini
“Deteksi dini adalah kunci,” tegas dr. Meutia. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan:
Vaksinasi HPV sejak remaja sebelum aktif secara seksual
Skrining rutin: Pap smear dan tes HPV DNA, terutama bagi perempuan yang sudah aktif seksual
Gaya hidup sehat: Tidak merokok dan menjaga daya tahan tubuh
Jika terdiagnosis, pengobatan tergantung stadium dan kondisi pasien, mulai dari operasi, radioterapi, kemoterapi, hingga imunoterapi.
Meutia mengimbau seluruh perempuan untuk tidak takut melakukan pemeriksaan. “Kanker serviks yang ditemukan pada stadium 0 atau 1, peluang sembuhnya sangat tinggi. Jangan tunggu ada gejala,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....