Berat Badan Naik Pasca Lebaran, Begini Pendapat Dokter Gizi
- 29 Mar 2026 01:18 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kenaikan berat badan setelah Lebaran menjadi keluhan yang umum terjadi di masyarakat. Sekretaris Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) Aceh, Fiona D Amelia, menyebutkan fenomena ini kerap terjadi dalam beberapa hari pertama usai Hari Raya.
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada program Klinik Angkasa, Sabtu 28 Maret 2026, Fiona menjelaskan kenaikan berat badan sebesar 1 hingga 3 kilogram dalam 1–3 hari pertama pasca Lebaran masih tergolong normal. Hal itu disebabkan peningkatan kadar air, glikogen, serta penumpukan makanan dalam saluran cerna.
Namun, ia mengingatkan bahwa kenaikan berat badan di atas angka tersebut tidak lagi normal dan perlu diwaspadai. Menurutnya, kondisi itu biasanya dipengaruhi perubahan gaya hidup yang terjadi setelah Ramadan, terutama pola makan yang tidak terkontrol dan penurunan aktivitas fisik.
Fiona menjelaskan, pada minggu ketiga hingga keempat Ramadan, metabolisme tubuh cenderung menurun, terutama pada individu yang tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Dalam kondisi tersebut, massa otot berkurang sehingga makanan yang dikonsumsi lebih mudah disimpan sebagai lemak.
“Ketika metabolisme sudah rendah, lalu saat Lebaran terjadi peningkatan asupan kalori tanpa diimbangi aktivitas fisik, maka berat badan akan cepat naik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pola konsumsi saat berbuka puasa yang umumnya didominasi karbohidrat dan lemak dibandingkan protein. Kondisi ini turut memicu penumpukan kalori dalam tubuh tanpa disadari.
Fiona mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan seimbang dan tetap aktif bergerak, terutama setelah Ramadan, guna mencegah kenaikan berat badan berlebih serta menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....