MIN 8 Kota Banda Aceh Inovasi Ruang Ujian Digital
- 31 Agt 2026 21:58 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - 8 Kota Banda Aceh melakukan inovasi dalam pelaksanaan asesmen melalui pengembangan Ruang Ujian Digital. Inovasi tersebut untuk pertama kalinya diuji coba dalam pelaksanaan seleksi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat satuan pendidikan MIN 8 Kota Banda Aceh. Kamis, 29 Agustus 2026
Selama ini, pelaksanaan ujian digital di MIN 8 Kota Banda Aceh masih menggunakan Google Form. Penggunaan platform tersebut memang memberikan kemudahan dalam pelaksanaan ujian, tetapi dalam praktiknya masih terdapat sejumlah keterbatasan, terutama ketika digunakan untuk kebutuhan ujian yang lebih besar dan membutuhkan pengelolaan peserta serta pelaksanaan yang lebih terstruktur.
Berangkat dari pengalaman tersebut, MIN 8 Kota Banda Aceh melakukan inovasi dengan mengembangkan sistem Ruang Ujian Digital dan tidak lagi menggunakan Google Form sebagai platform utama. Pengembangan ini diarahkan untuk menghadirkan ruang ujian digital yang dapat digunakan secara lebih fleksibel sesuai dengan kebutuhan madrasah.
Ruang Ujian Digital tersebut memiliki kapasitas hingga 1.000 peserta. Dengan kapasitas tersebut, fasilitas ini tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk seleksi OMI, tetapi juga berpotensi digunakan dalam berbagai bentuk ujian dan asesmen yang dilaksanakan di madrasah, termasuk ujian semester serta kegiatan evaluasi lainnya.
Kepala MIN 8 Kota Banda Aceh, Djamaluddin Husita, mengatakan bahwa pemanfaatan Ruang Ujian Digital akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan peserta didik. Untuk tahap awal, ruang tersebut kemungkinan lebih diperuntukkan bagi kelas atas yang dinilai sudah lebih siap mengikuti ujian menggunakan perangkat digital.
Sementara itu, peserta didik kelas bawah masih membutuhkan pendampingan dalam menggunakan perangkat digital. Karena itu, pelaksanaan ujian bagi kelas bawah untuk sementara tetap dapat dilakukan menggunakan kertas seperti biasa.
Menurutnya, penggunaan Ruang Ujian Digital tidak berarti seluruh pelaksanaan ujian di madrasah harus beralih ke sistem digital. Madrasah tetap mempertimbangkan karakteristik peserta didik dan jenis asesmen yang dilaksanakan.
Selain untuk ujian rutin, Ruang Ujian Digital juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat uji coba ANBK, TKA, maupun berbagai bentuk ujian atau asesmen lainnya yang bersifat temporal. Dengan demikian, madrasah memiliki ruang yang dapat dipersiapkan sewaktu-waktu ketika terdapat kebutuhan pelaksanaan asesmen berbasis komputer.
“Ruang ini tidak hanya kita siapkan untuk satu jenis ujian. Ke depan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk uji coba ANBK, TKA dan asesmen lainnya. Namun penggunaannya tetap kita sesuaikan dengan kesiapan peserta didik,” ujar Djamaluddin.
Pelaksanaan seleksi OMI menjadi tahap awal untuk melihat kesiapan Ruang Ujian Digital tersebut. Hasil pelaksanaan dan berbagai pengalaman yang diperoleh selama uji coba akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem sebelum dimanfaatkan secara lebih luas.
Inovasi ini menjadi salah satu langkah MIN 8 Kota Banda Aceh dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi secara bertahap. Digitalisasi tidak hanya diarahkan pada proses pembelajaran, tetapi juga mulai dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan asesmen dan layanan pendidikan di madrasah
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....