Jangan Tunggu Punya Website Mahal, Ini Langkah Awal Go Digital

  • 13 Sep 2026 13:04 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - RRI PRO 1 Banda Aceh 97.7 FM menggelar dialog program Ekonomi Digital pada Jum'at, 11 September 2026 pukul 15.00 - 16.00 WIB. Dengan tema "Transformasi Bisnis di Era Digital: Siapkah Kita Menghadapi Ekonomi Masa Depan?", program ini menghadirkan Dr. Yusniar, MM selaku Kepala Unit Pengembangan Bisnis STAI Tgk. Chik Pante Kulu.

Dr. Yusniar menegaskan bahwa pelaku usaha tidak bisa lagi menunda adaptasi terhadap teknologi digital. "Transformasi digital bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi kebutuhan mendesak bagi pelaku usaha," ujarnya.

Menurutnya, pergeseran perilaku konsumen yang kini banyak berbelanja dan bertransaksi secara online membuat UMKM harus segera menyesuaikan strategi bisnis. Ia menilai ada tiga hal utama yang harus dikuasai.

"Pertama literasi digital dasar seperti penggunaan marketplace dan aplikasi pembayaran. Kedua strategi pemasaran online berbasis konten. Ketiga manajemen keuangan berbasis aplikasi agar arus kas usaha bisa terpantau dengan baik," jelasnya.

Dr. Yusniar juga menyoroti adanya kesenjangan antara pelaku usaha di kota dan di daerah. "Di kota besar banyak UMKM yang sudah masuk e-commerce dan pakai QRIS. Tapi di daerah masih banyak yang bertahan dengan cara konvensional. Padahal pasarnya sudah pindah ke digital," katanya.

Ia mendorong pelaku usaha untuk memulai dari langkah kecil dan tidak perlu menunggu sistem yang sempurna. "Tidak perlu langsung punya website mahal. Cukup mulai dari upload produk di marketplace gratis, foto pakai HP, dan konsisten posting. Yang penting jaga kualitas dan responsif ke pelanggan," ungkapnya.

Di akhir siaran, Dr. Yusniar mengajak semua pihak bersinergi memberikan pelatihan digital bagi UMKM. "STAI Tgk. Chik Pante Kulu siap menjadi jembatan melalui pelatihan gratis untuk UMKM. Tujuannya agar ekonomi Aceh tidak tertinggal dan bisa bersaing," tegasnya.

Ia menekankan bahwa digitalisasi berfungsi untuk memperkuat usaha yang sudah ada. "Digitalisasi bukan untuk menggantikan usaha konvensional, tapi untuk memperkuatnya. Siapa yang cepat adaptasi, dia yang akan bertahan," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....