Unmuha Gelar FGD Penguatan Ekosistem Digital Pariwisata Aceh melalui JAKLOM

  • 26 Agt 2026 18:13 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Tim Peneliti Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tingkat Provinsi Aceh untuk memperkuat ekosistem digital pariwisata melalui platform JAKLOM (Jelajah Kota Melalui Online Mobile), di Hotel Grand Permata Hati, Banda Aceh, Rabu, 26 Agustus 2026.

FGD ketiga dalam rangkaian penelitian skema Hibah Penelitian Terapan serta Luaran Prototipe BIMA 2026 itu mengusung tema “Optimalisasi Pendapatan Daerah dengan Penguatan Regulasi dan Model Integrasi Ekosistem Digital Pariwisata Aceh melalui Platform JAKLOM”.

Sebelumnya, FGD serupa telah dilaksanakan di Kota Sabang dan Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan tersebut bertujuan mematangkan platform JAKLOM dan sistem GeoPAD yang dirancang untuk mengintegrasikan ekosistem pariwisata digital, aktivitas ekonomi lokal, serta tata kelola data pendapatan daerah.

FGD dibuka Kepala UPTD Museum Tsunami Aceh, M. Syahputra Azwar, S.STP., M.Ec.Dev., yang mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Ia menekankan pentingnya sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan digitalisasi sektor pariwisata.

Ketua Tim Peneliti Unmuha, Dr. Surna Lastri, S.E., M.Si., CTT, CSBA, mengatakan pengembangan JAKLOM tidak hanya berorientasi pada pembangunan aplikasi, tetapi juga merancang ekosistem digital yang terintegrasi dengan kebutuhan pemerintah dan ekonomi lokal.

“Penelitian ini memadukan tiga perspektif pembelajaran dari wilayah sampel. Sabang dengan fokus pada tata kelola destinasi dan perilaku wisatawan, Aceh Besar dengan fokus pada integrasi destinasi dan pelaku ekonomi lokal, kemudian Provinsi Aceh dengan fokus pada kebijakan makro, regulasi, koordinasi, dan integrasi antarwilayah,” kata Surna Lastri.

Menurutnya, ketiga wilayah tersebut menjadi perspektif pembelajaran yang saling melengkapi untuk membangun model JAKLOM secara utuh.

Sementara itu, Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh, Akmal Fajar, S.STP., M.Si., menyampaikan arah kebijakan pengembangan pariwisata daerah sebagai acuan bagi tim peneliti dalam menyelaraskan regulasi dengan aktivitas ekonomi berbasis digital.

Tim pengembang JAKLOM, Haikal Maulana Fauruzi bersama M. Reza Salahuddin, turut mempresentasikan fitur teknologi GeoPAD. Sistem tersebut menghubungkan informasi geografis, destinasi wisata, dan transaksi ekonomi untuk mendukung penerimaan daerah secara akuntabel.

Diskusi yang dipandu Dr. Marlizar, S.E., M.M., membahas empat aspek utama, yakni potensi ekonomi dan pendapatan daerah, penguatan regulasi dan tata kelola, integrasi data dan transaksi ekonomi, serta validasi model JAKLOM.

Penelitian terapan tersebut melibatkan akademisi dari tiga perguruan tinggi, yakni Unmuha, Universitas Malikussaleh, dan UIN Ar-Raniry. Tim peneliti terdiri atas Dr. Surna Lastri, Dr. Marlizar, Devi Kumala, S.T., M.T., Dr. Nurhafni, dan Dr. Taufik.

Kegiatan turut melibatkan tim pendukung pengembangan aplikasi JAKLOM, Haikal Maulana Fauruzi dan M. Reza Salahuddin. Kolaborasi lintas disiplin itu memadukan keahlian akuntansi sektor publik, manajemen pariwisata, kebijakan publik, dan teknologi informasi.

Masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bappeda Aceh, BPKA, Diskominfo, Dinas Koperasi dan UKM, Disperindag, Dishub, BPS, Bank Aceh Syariah, serta asosiasi pariwisata, akan menjadi bahan penyempurnaan prototipe JAKLOM–GeoPAD.

Tim peneliti menargetkan hasil FGD menjadi bagian penting dalam merumuskan luaran penelitian terapan berbasis bukti untuk mendukung integrasi pariwisata, aktivitas ekonomi, data, dan pendapatan daerah di Aceh.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....