Rumoeh Bakat KAHFIS Aceh Kolaborasi di Workshop Storytelling Dispusip Aceh Utara
- 22 Agt 2026 21:15 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Utara— Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Aceh Utara menyelenggarakan *Workshop Storytelling* pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan literasi bertutur siswa sekaligus menghadirkan guru-guru pendamping yang mampu membimbing dan melahirkan generasi berprestasi di bidang storytelling.
Dalam kegiatan tersebut, Rumoeh Bakat KAHFIS Aceh turut berkolaborasi sebagai pemateri dengan menghadirkan Founder Rumoeh Bakat KAHFIS Aceh, Siti Nurhidayah, S.Pd., M.Sc., yang akrab disapa Bunda Dayah, sebagai narasumber.

Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para guru dan siswa-siswi di Aceh Utara. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai teknik storytelling, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung kemampuan bercerita serta mendapatkan feedback dari narasumber.

Dalam penyampaiannya, Bunda Dayah menekankan bahwa pengembangan kemampuan storytelling bukan hanya tentang kemampuan berbicara, tetapi juga bagian dari upaya membangun literasi bertutur dan mempersiapkan generasi yang mampu membawa budaya Aceh ke tingkat yang lebih luas.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi bertutur siswa sekaligus menghadirkan guru-guru pendamping yang mampu melahirkan siswa-siswi berprestasi di bidang storytelling. Dari sini kita berharap dapat melahirkan bibit-bibit penerus yang mampu membawa budaya Aceh ke tingkat nasional. Karena itu, diperlukan ruang, kesempatan, serta pendampingan yang tepat agar potensi tersebut dapat berkembang. Potensi terbaik dalam bertutur bisa lahir dari peran Bapak dan Ibu guru di sekolah masing-masing yang terus mendampingi, membimbing, dan mengajarkan mereka,” ujar Bunda Dayah.

Selama workshop, peserta diajak memahami bahwa storytelling bukan sekadar menyampaikan sebuah cerita. Seorang storyteller perlu memahami karakter dan tokoh dalam cerita, menggunakan ekspresi serta intonasi yang tepat, dan mampu membedakan karakter suara setiap tokoh agar cerita menjadi lebih hidup dan menarik.
Salah satu peserta, Umar Habibi, guru di Aceh Utara, menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan tersebut.

“Ilmu ini sangat bermanfaat untuk mengajar dan membuat pembelajaran lebih menarik bagi siswa. Ternyata dalam bercerita kita membutuhkan pemahaman terhadap tokoh dan juga suara tokoh yang berbeda agar cerita lebih menarik. Semoga ada kegiatan serupa ke depannya agar kami bisa terus mengasah keterampilan dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait bercerita.” ungkap Umar Habibi.
Workshop berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam berbagai sesi praktik. Interaksi dua arah antara peserta dan narasumber membuat kegiatan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mencoba secara langsung dan memperoleh feedback. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada enam peserta yang aktif berpartisipasi dalam sesi praktik dan menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung.

Setelah workshop selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik mendongeng. Bunda Dayah berkesempatan untuk mendongeng di depan anak-anak yang berusia TK, SD, hingga SMP. Mereka sangat antusias menyimak dongeng yang dimeriahkan juga dengan boneka bercerita yang digunakan saat mendongeng. Atraksi Bunda Dayah ini merupakan penampilan ventriloq yang menambah kemeriahan suasana mendongeng.
Difa Alifia, S.Pi., selaku Koordinator Rumoeh Bakat KAHFIS Aceh, sangat mendukung kerjasama program ini karena sangat sesuai dengan misi Rumoeh Bakat KAHFIS Aceh.
“Storytelling merupakan salah satu layanan yang ada di Rumoeh Bakat yang dapat dikolaborasikan dengan berbagai instansi. Penggalian potensi dan bakat anak dapat dilihat dari banyak hal, termasuk melalui kemampuan storytelling. Masih banyak potensi anak-anak yang dapat kita optimalkan apabila diberikan ruang dan pendampingan yang tepat. Semoga Rumoeh Bakat dapat terus menjadi wadah belajar yang memberikan dampak bagi masyarakat. Kami juga sangat terbuka bagi berbagai pihak dan instansi yang ingin berkolaborasi bersama Rumoeh Bakat,” ujar Difa Alifia, S.Pi.
Melalui kolaborasi ini, Rumoeh Bakat KAHFIS Aceh berharap dapat terus mengambil bagian dalam pengembangan literasi, potensi, dan keterampilan generasi muda Aceh. Upaya tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak ruang bagi lahirnya bibit-bibit unggulan dari berbagai daerah yang mampu berprestasi sekaligus membawa kekayaan budaya Aceh ke tingkat nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....