Riset Pascakonflik dan Bencana Aceh Jadi Kajian Jerman dan Australia

  • 20 Agt 2026 20:52 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pengalaman Aceh dalam membangun kehidupan pascakonflik dan menghadapi bencana, akan menjadi bahan kajian akademik di Jerman dan Australia. Dua dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, akan membawa praktik baik tersebut ke ruang akademik internasional melalui Program Visiting Professor/Visiting Lecturer 2026 Kementerian Agama.

Muhammad Thalal akan mengembangkan riset mengenai transmisi memori antargenerasi masyarakat Aceh pascakonflik di The University of Melbourne, Australia. Sementara Saiful Akmal akan meneliti bagaimana masyarakat Aceh membangun masa depan setelah bencana di Albert Ludwig University of Freiburg, Jerman.

Adapun selain memperkenalkan pengalaman Aceh dalam kajian global, program tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang publikasi bersama, kolaborasi riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga kerja sama kelembagaan antara UIN Ar-Raniry dengan kedua perguruan tinggi tersebut.

Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman mengapresiasi terpilihnya Muhammad Thalal dan Saiful Akmal dalam program tersebut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan bahwa pengalaman lokal Aceh memiliki nilai akademik yang dapat dikembangkan dan dibawa ke ruang keilmuan internasional.

“Kami mengucapkan selamat kepada Muhammad Thalal dan Saiful Akmal. Capaian ini menunjukkan bahwa dosen UIN Ar-Raniry memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat internasional,” kata Rektor, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Untuk diketahui, Thalal dan Saiful merupakan dua dari 10 dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang terpilih sebagai penerima Program Visiting Professor/Visiting Lecturer 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6392 Tahun 2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 3 Agustus 2026.

Muhammad Thalal merupakan dosen Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry. Selama menjalani program di University of Melbourne, Thalal akan berada di bawah supervisi Kate McGregor dari School of Historical and Philosophical Studies. Ia juga akan bergabung dengan History, Memory and Decolonial Futures Research Collective. Thalal akan mengembangkan riset berjudul "Split Postmemory: Transmisi Memori Antargenerasi dalam Masyarakat Aceh Pascakonflik".

Riset tersebut mengkaji bagaimana generasi muda Aceh mewarisi ingatan mengenai konflik bersenjata 1976–2005 melalui keluarga, sekaligus melihat bagaimana memori tersebut berinteraksi dengan narasi resmi yang berkembang di masyarakat setelah konflik berakhir.

Thalal mengungkapkan bahwa pengalaman Aceh dalam mengelola memori pascakonflik, diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap kajian global mengenai perdamaian, ingatan kolektif, dan kehidupan masyarakat setelah konflik.

“Program ini bukan sekadar kesempatan akademik, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa nama UIN Ar-Raniry dan Aceh ke jejaring akademik internasional. Pengalaman Aceh memiliki nilai penting untuk dibagikan dalam percakapan akademik internasional, terutama dalam memahami bagaimana masyarakat mewariskan ingatan konflik sekaligus membangun kehidupan setelah perdamaian,” jelasnya.

Selain melakukan penelitian, Thalal akan berkontribusi dalam kegiatan pengajaran. Ia dijadwalkan terlibat dalam kelas Kate McGregor mengenai kekerasan 1965 serta menjadi guest contributor dalam dua sesi kelas Beech Jones yang membahas sejarah gender, Darul Islam, dan perlawanan terhadap patriarki.

Pada bidang publikasi, Thalal menargetkan finalisasi manuskrip Split Postmemory untuk diajukan ke jurnal Memory Studies yang diterbitkan SAGE dan terindeks Scopus Q1. Ia juga akan menjajaki peluang publikasi bersama dengan akademisi University of Melbourne.

Program tersebut sekaligus akan dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kelembagaan. Thalal akan menjajaki penyusunan draf awal nota kesepahaman antara UIN Ar-Raniry dan University of Melbourne.

Sementara itu, Saiful Akmal merupakan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry. Di University of Freiburg, Saiful akan melakukan riset bersama Michaela Haug mengenai future-making dalam masyarakat Aceh pascabencana.

Riset tersebut memadukan kajian wacana dan media dengan perspektif antropologi untuk melihat bagaimana masyarakat membayangkan dan membangun masa depan di tengah ketidakpastian serta perubahan sosial dan lingkungan setelah bencana. Kajian itu menempatkan pengalaman Aceh bukan semata sebagai objek penelitian lokal, tetapi sebagai sumber pengetahuan yang dapat memperkaya pemahaman mengenai daya lenting dan cara masyarakat merespons situasi pascabencana.

Saiful juga dijadwalkan memberikan seminar di Institute of Social and Cultural Anthropology, University of Freiburg, bertema The Future Making in Post Disaster Religious Society: Where Do We Go from Now?. Ia akan mengikuti lokakarya bersama mahasiswa magister dan doktoral yang membahas metode analisis wacana dan media dalam konteks konflik dan bencana. Selain kegiatan akademik, Saiful akan menjajaki kerja sama kelembagaan antara UIN Ar-Raniry dan University of Freiburg.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....