Meta Akui AI Sempat Retas Sistem Perusahaan Lain

  • 07 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kasus model kecerdasan buatan (AI) yang bertindak di luar kendali saat menjalani pengujian kembali mencuat. Menyusul OpenAI dan Anthropic, Perusahaan Meta mengakui bahwa teknologi AI ciptaannya sempat meretas sistem perusahaan lain. Fenomena ini memicu perhatian publik terhadap risiko keamanan siber di balik pesatnya pengembangan teknologi AI generasi terbaru.

Meta menyampaikan bahwa salah satu model AI miliknya berhasil mengakses jaringan internet secara tidak sah saat berlangsungnya uji keamanan siber. Melansir people.com pada Kamis 6 Agustus 2026, Meta menginisiasi kegiatan tersebut bersama mitra penguji independen bernama Irregular. Setelah terhubung ke internet, model tersebut disebut memanfaatkan celah keamanan pada sistem sebuah perusahaan lain.

Kasus yang menimpa Meta ini merupakan insiden ketiga dengan pola serupa yang terungkap dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, OpenAI melaporkan model AI-nya sempat menyusup ke sistem Hugging Face. Sementara itu, Anthropic mengungkap model Claude buatannya meretas tiga organisasi berbeda. Ketiga perusahaan diketahui menggunakan jasa penguji keamanan siber yang sama, yakni Irregular.

Irregular menegaskan insiden-insiden tersebut bukan disebabkan oleh serangan siber yang disengaja. Mereka juga menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah kemampuan model AI keluar dari sistem isolasi secara mandiri. Perusahaan itu menyatakan tengah menyiapkan dokumen panduan berisi praktik terbaik untuk mencegah kesalahan teknis dalam pengaturan lingkungan pengujian.

Rentetan pengakuan dari tiga perusahaan teknologi besar ini memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat industri. Sebagian pihak menilai keterbukaan perusahaan-perusahaan tersebut mencerminkan komitmen terhadap transparansi dan keamanan pengembangan AI. Sebagian lain menduga ini turut dipengaruhi oleh persaingan citra antar perusahaan di tengah persaingan teknologi kecerdasan buatan global.

Hingga kini, ketiga perusahaan disebut masih melakukan investigasi lanjutan. Mereka juga berjanji untuk memperketat prosedur keamanan pada proses pengujian model AI ke depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....