Dosen Gizi Poltekkes Aceh Latih Pembuatan Snack Bar Diabetes Tipe II
- 20 Jul 2026 22:17 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh– Tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh menggelar pelatihan pengolahan ubi jalar ungu dan kacang merah menjadi snack bar sebagai makanan selingan bagi penderita diabetes melitus tipe II. Kegiatan berlangsung di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh, Senin 20 Juli 2026.
Pelatihan merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat bertema "Pemberdayaan Kewirausahaan Gizi melalui Pengolahan Snack Bar Ubi Jalar Ungu dan Kacang Merah sebagai Makanan Selingan Penderita Diabetes Mellitus Tipe II." Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan alumni Jurusan Gizi mengikuti kegiatan tersebut.

Tim dosen yang terlibat dalam pelatihan ini yakni Nunung Sri Mulyani, S.Gz., M.Biomed., Dietisien, Dr. Agus Hendra Al-Rahmad, SKM., M.Kes., Silvia Wagustina, SST., M.Kes., Dietisien, serta Eva Fitriyaningsih, STP., M.Si., Dietisien.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Nunung Sri Mulyani, mengatakan inovasi produk snack bar dikembangkan berdasarkan hasil penelitian mengenai potensi ubi jalar ungu dan kacang merah sebagai pangan fungsional bagi penyandang diabetes.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa ubi jalar ungu memiliki indeks glikemik rendah, kaya antosianin dan serat pangan, sedangkan kacang merah mengandung protein, serat larut, serta karbohidrat kompleks. Kombinasi kedua bahan ini berpotensi menjadi makanan selingan yang lebih sehat bagi penderita diabetes melitus tipe II," ujar Nunung.
Ia menjelaskan, snack bar yang dikembangkan memiliki indeks glikemik rendah dan kandungan serat yang tinggi sehingga dapat membantu memperlambat penyerapan glukosa dalam darah.
"Kombinasi ubi jalar ungu dan kacang merah diharapkan mampu membantu mencegah lonjakan kadar glukosa darah sekaligus mendukung kerja insulin, sehingga dapat menjadi alternatif makanan selingan yang aman bagi penderita diabetes melitus tipe II," katanya.
Selain memperkenalkan inovasi pangan, pelatihan juga bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa dan alumni dalam bidang kewirausahaan berbasis gizi.
"Kami ingin membekali mahasiswa dan alumni dengan keterampilan mengolah pangan yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Harapannya, mereka dapat menjadi wirausahawan mandiri yang mampu menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru," ucap Nunung.
Selama pelatihan, peserta menerima materi mengenai kandungan gizi dan manfaat bahan baku, kemudian mengikuti praktik pembuatan snack bar, dilanjutkan dengan presentasi hasil produk serta diskusi kelompok.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif berdiskusi dan mencoba langsung proses pengolahan produk. Tim pengabdian berharap inovasi snack bar berbahan ubi jalar ungu dan kacang merah dapat menjadi salah satu alternatif pangan sehat sekaligus membuka peluang usaha di bidang pangan fungsional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....