Limbah Budidaya Ikan Berpotensi Jadi Pupuk dan Sumber Energi Ramah Lingkungan

  • 31 Mei 2026 21:49 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Limbah dari kegiatan budidaya ikan yang selama ini kerap dianggap sebagai sumber pencemaran lingkungan ternyata memiliki nilai manfaat yang tinggi apabila dikelola dengan baik. Berbagai penelitian menunjukkan limbah budidaya perikanan dapat diolah menjadi pupuk organik, pakan alami, hingga bahan pendukung produksi bioenergi.

Dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (USK), Dedi Fazrian Syahputra, mengatakan bukti ilmiah terkait pemanfaatan limbah budidaya ikan telah banyak dipublikasikan dan diterapkan dalam berbagai penelitian.

Dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu 30 Mei 2026, Dedi menjelaskan limbah budidaya ikan umumnya mengandung akumulasi bahan organik yang berasal dari sisa pakan, kotoran ikan, bakteri, dan alga. Kandungan tersebut justru dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak harus dibuang ke sungai atau badan perairan lainnya.

"Limbah budidaya ikan mengandung banyak bahan organik yang bernilai. Jika dikelola dengan baik, limbah ini bisa menjadi aset, bukan lagi menjadi beban lingkungan," ujarnya.

Menurut Dedi, sejumlah penelitian menunjukkan air limbah budidaya dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang kaya unsur nitrogen dan fosfor. Kedua unsur tersebut merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang.

Ia menjelaskan, nitrogen dan fosfor yang terkandung dalam limbah dapat dikombinasikan dengan molase serta probiotik untuk menghasilkan biofertilizer atau pupuk hayati berkualitas tinggi yang dapat dimanfaatkan di sektor pertanian.

Selain untuk pupuk, air limbah budidaya juga dapat digunakan sebagai media pengembangan mikroalga seperti Chlorella dan Spirulina. Mikroalga tersebut memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bioenergi maupun suplemen pakan bagi larva ikan.

Dedi mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan produktivitas mikroalga dapat meningkat hingga delapan sampai sepuluh kali lipat ketika menggunakan limbah organik yang telah diolah menjadi biofertilizer.

"Pemanfaatan limbah budidaya sebagai media kultur mikroalga tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha perikanan," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan lumpur yang mengendap di dasar kolam budidaya juga memiliki kandungan nutrien yang tinggi. Melalui proses pengeringan dan pengomposan, lumpur tersebut dapat diubah menjadi pupuk organik padat yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah.

Menurut Dedi, penerapan konsep pemanfaatan limbah budidaya ikan merupakan bagian dari prinsip ekonomi sirkular yang mendorong penggunaan kembali sumber daya secara berkelanjutan. Dengan demikian, sektor budidaya perikanan tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan.

Ia berharap para pembudidaya ikan semakin menyadari pentingnya pengelolaan limbah yang baik agar limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan usaha perikanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....