Teknologi Bioflok Bisa Ubah Limbah Organik jadi Pakan Ikan Bernilai Ekonomi

  • 31 Mei 2026 16:50 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Teknologi bioflok dinilai menjadi salah satu solusi inovatif dalam mendukung budidaya perikanan berkelanjutan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Teknologi ini mampu mengubah limbah organik yang dihasilkan dalam kolam budidaya menjadi sumber pakan alami yang bermanfaat bagi ikan.

Dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Dedi Fazrian Syahputra, SSTP, PI, MSc, IPM, ASEAN Eng, mengatakan teknologi bioflok merupakan sistem budidaya modern yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mengolah limbah organik di dalam perairan.

"Teknologi bioflok memanfaatkan kombinasi bakteri heterotrof, alga, dan berbagai mikroorganisme yang dikembangkan dalam media budidaya untuk menguraikan limbah organik, seperti sisa pakan dan kotoran ikan," kata Dedi dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurutnya, proses tersebut menghasilkan gumpalan-gumpalan mikroorganisme yang dikenal sebagai flok. Flok ini mengandung protein dan nutrisi yang dapat langsung dimanfaatkan sebagai pakan tambahan bagi ikan yang dibudidayakan.

Dedi menjelaskan, prinsip kerja bioflok relatif sederhana. Bakteri yang dikembangkan dalam kolam memerlukan sumber karbon dan oksigen untuk menguraikan bahan organik. Melalui proses tersebut, zat pencemar yang terdapat dalam air diubah menjadi biomassa mikroorganisme yang bernilai nutrisi tinggi.

"Flok yang terbentuk dari hasil penguraian limbah organik tersebut menjadi sumber makanan bagi ikan. Dengan demikian, sisa pakan dan kotoran ikan tidak lagi menjadi pencemar, tetapi dikonversi kembali menjadi sumber nutrisi," ujarnya.

Ia menambahkan, teknologi bioflok tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, tetapi juga membantu menjaga kualitas air dalam kolam budidaya. Sistem ini memungkinkan limbah organik dimanfaatkan secara optimal sehingga mengurangi risiko penumpukan bahan pencemar yang dapat mengganggu pertumbuhan ikan.

Menurut Dedi, penerapan teknologi bioflok sejalan dengan konsep ekonomi sirkular di sektor perikanan, yakni memanfaatkan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain meningkatkan produktivitas budidaya, teknologi ini juga berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan perairan.

Ia berharap teknologi bioflok dapat semakin dikenal dan diterapkan oleh pembudidaya ikan di Aceh sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil produksi sekaligus menciptakan sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....