Dosen USK Bongkar Rahasia Cara Pengolahan Limbah Sungai Jadi Sumber Cuan

  • 31 Mei 2026 15:40 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Limbah yang mengalir di sungai-sungai Aceh tidak seluruhnya berakhir sebagai pencemar lingkungan. Sejumlah jenis limbah organik justru memiliki potensi besar untuk diolah menjadi sumber daya yang mendukung sektor perikanan dan budidaya ikan.

Dosen Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Ir. Dedi Fazrian Syahputra, SSTP, PI, MSc, IPM, ASEAN Eng, mengatakan terdapat beberapa kategori limbah sungai yang secara ilmiah dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomi bagi sektor perikanan.

"Dari hasil kajian dan penelitian, setidaknya ada tiga kategori limbah yang memiliki potensi tinggi untuk dimanfaatkan kembali, terutama dalam mendukung kegiatan budidaya perairan," kata Dedi dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 30 Mei 2026.

Kategori pertama adalah limbah organik domestik yang berasal dari sisa makanan, kotoran hewan, dan bahan organik lainnya yang mengandung unsur nitrogen serta fosfor. Menurut Dedi, kandungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan fitoplankton yang menjadi pakan alami bagi ikan di perairan maupun kolam budidaya.

Selain itu, limbah padat organik yang berasal dari pasar tradisional dan aktivitas perikanan juga memiliki nilai ekonomis. Sisa hasil pengolahan ikan seperti kepala, tulang, dan kulit ikan dapat diolah menjadi tepung ikan yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan, unggas, maupun ternak lainnya.

Sementara kategori ketiga adalah sampah organik berbasis sisa pangan yang berasal dari rumah tangga maupun pasar dan terbawa ke aliran sungai. Limbah jenis ini dapat diolah menggunakan teknologi biokonversi untuk menghasilkan maggot atau larva lalat yang memiliki kandungan protein tinggi.

Dedi menjelaskan, pemanfaatan maggot sebagai pakan ikan telah terbukti melalui sejumlah penelitian. Salah satunya dilakukan di Aceh Utara yang menunjukkan bahwa sampah organik dari lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot untuk mendukung kebutuhan pakan ikan air tawar.

Menurutnya, penerapan teknologi pengolahan limbah tidak hanya membantu mengurangi pencemaran sungai, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan pendekatan ekonomi sirkular, limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sumber daya produktif yang mendukung ketahanan pangan dan pengembangan sektor perikanan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....