Sekolah Alam Relevan untuk Menjawab Kebutuhan Anak Aceh
- 16 Mei 2026 17:52 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Konsep pendidikan yang menyatu dengan alam semakin mendapat perhatian di Aceh. Sekolah Alam Kahfis Aceh menjadi salah satu lembaga yang menerapkan metode pembelajaran berbasis lingkungan untuk membentuk karakter dan keterampilan siswa sesuai konteks daerah. Hal tersebut disampaikan, Nailan Sakinah Idris, A Md, Guru Sekolah Alam Kahfis Aceh, saat diwawancara RRI Sabtu 16 Mei 2026
Nailan menjelaskan bahwa pendekatan sekolah alam relevan untuk menjawab kebutuhan anak-anak Aceh yang hidup di wilayah dengan kekayaan alam sekaligus kerentanan bencana,.
“Di sekolah alam, anak tidak hanya belajar dari buku. Mereka belajar menghitung lewat menghitung jumlah bibit, belajar IPA lewat mengamati siklus air di kebun, dan belajar mitigasi bencana lewat praktik sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka,” ujar Nailan
Menurut Nailan, Aceh memiliki potensi besar untuk model pendidikan ini. Mulai dari kawasan pesisir, hutan, hingga dataran tinggi Gayo, semua bisa menjadi ruang kelas terbuka.
Beberapa program yang diterapkan di Sekolah Alam Kahfis Aceh meliputi:
Kebun sekolah dan pertanian organik: Siswa belajar menanam sayur, memahami musim tanam, dan nilai ketahanan pangan.
Edukasi lingkungan dan kebencanaan: Materi disesuaikan dengan pengalaman Aceh terhadap tsunami dan banjir, sehingga siswa lebih siap dan peduli lingkungan.
Kearifan lokal: Integrasi nilai-nilai adat dan syariat dalam kegiatan harian, seperti gotong royong dan menjaga hutan.
“Kalau anak paham bahwa menjaga hutan di hulu itu artinya menjaga air untuk sawah orang tuanya di hilir, itu pembelajaran yang melekat. Lebih dari sekadar nilai ujian,” tambah Nailan.
| Baca juga: USK Lestarikan Budaya lewat Desain Inklusif |
Nailan mengakui tantangan utama masih pada sarana dan pemahaman orang tua yang terbiasa dengan sistem konvensional. Namun minat masyarakat perlahan meningkat, terutama pasca-pandemi ketika banyak orang tua mencari pendidikan yang lebih holistik dan minim stres.
Ia berharap pemerintah daerah dan komunitas bisa mendukung pengembangan sekolah alam agar tidak terbatas di pusat kota.
“Pendidikan yang baik itu yang membuat anak mencintai tanahnya, mengerti tantangannya, dan punya keterampilan untuk menjawabnya. Itu yang kami coba bangun di Aceh,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....