Wali Kota Banda Aceh Bagikan Praktik Memimpin Perubahan kepada Peserta PKA LAN RI
- 11 Agt 2026 22:37 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, berbagi pengalaman memimpin perubahan di lingkungan pemerintahan daerah kepada peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja (Pusjar SKMK) LAN RI Senin 10 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Manajemen Perubahan Sektor Publik: Best Practice Memimpin Perubahan di Pemerintah Kota Banda Aceh” tersebut membahas pengalaman Pemkot Banda Aceh dalam membangun tata kelola pemerintahan yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil.
Illiza mengatakan perubahan di sektor publik merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Meningkatnya ekspektasi masyarakat, kompleksitas persoalan perkotaan, serta perkembangan teknologi menuntut ASN untuk semakin adaptif dan mampu menghasilkan pelayanan yang memberikan dampak nyata.
“Perubahan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. Dan perubahan dimulai dari kepemimpinan,” ujar Illiza.
Dorong ASN Keluar dari Zona Nyaman
Illiza memaparkan sejumlah praktik perubahan yang dilakukan Pemkot Banda Aceh, mulai dari reformasi pengelolaan sampah berbasis kolaborasi hingga pengembangan berbagai inovasi pelayanan dan pemerintahan digital seperti PUSING, Hari Yatim, DITSEN, SALEUM, payment gateway, e-Kinerja, e-Disiplin, dan DigiDoc.
Menurutnya, inovasi tidak boleh berhenti sebagai proyek atau program sesaat. Inovasi harus diintegrasikan ke dalam sistem dan budaya kerja organisasi agar mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Ia juga membagikan pengalaman pengembangan potensi lokal melalui program “Banda Aceh Kota Parfum”, antara lain melalui hilirisasi industri minyak nilam, pengembangan UMKM, Banda Aceh Academy sebagai laboratorium parfum dan inkubator bisnis, serta penguatan kemitraan.
“Pemimpin perubahan harus mampu membaca potensi daerah, membangun ekosistem, dan menghubungkan berbagai pihak untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Administrator Harus Jadi Penggerak
Kepada peserta PKA, Illiza menekankan bahwa pejabat administrator tidak cukup hanya menjadi pelaksana program. Administrator harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan organisasinya.
Ia menekankan pentingnya membangun budaya belajar, menggunakan data dalam pengambilan keputusan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengomunikasikan perubahan secara efektif kepada tim dan masyarakat.
Dalam materi tersebut, empat kapasitas dinilai penting bagi pemimpin perubahan, yakni transformational leader, learning organization, networking, dan effective communication.
“Perubahan bukanlah tentang siapa yang memiliki kewenangan terbesar, tetapi siapa yang mampu menggerakkan orang lain menuju tujuan yang sama,” tegas Illiza.
PKA Angkatan I Tahun 2026 diselenggarakan oleh Pusjar SKMK LAN RI dan diikuti pejabat administrator atau pejabat eselon III yang berasal dari Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....