Perempuan Berdaya Bangun Kemandirian Ekonomi Keluarga Melalui UMKM Kreatif

  • 25 Jul 2026 01:03 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO. ID, Banda Aceh –Perempuan memegang peranan strategis dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga. Melalui pengelolaan keuangan yang baik, literasi finansial, serta keberanian berwirausaha, perempuan dinilai mampu menjadi penggerak kesejahteraan rumah tangga sekaligus menopang perekonomian masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam program UMKM Talks Programa 1 RRI Banda Aceh, Selasa (21/7/2026), bertajuk "Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera: Membangun Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga" yang menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh Ana Fitria, S.E., M.Sc., Ketua II Wazin Pusat sekaligus Sekretaris Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar Zakiah Zainun, Lc., M.Ag., serta pelaku UMKM sekaligus Owner Dapur Makta, Fita Walidaya.

Zakiah Zainun menegaskan perempuan bukan sekadar mengatur pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berperan sebagai pengelola utama keuangan keluarga. Menurutnya, kemampuan mengelola pemasukan dan pengeluaran secara bijak menjadi fondasi lahirnya keluarga yang kuat secara ekonomi.

"Perempuan adalah chief financial officer dalam rumah tangga. Ketika memiliki literasi keuangan yang baik, mereka mampu menghindarkan keluarga dari utang yang tidak perlu, praktik riba, maupun pengeluaran yang tidak terencana," ujarnya.

Ia menjelaskan, prinsip ekonomi syariah mengajarkan agar setiap keluarga membelanjakan harta sesuai kemampuan, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari pembiayaan yang berpotensi membebani kondisi keuangan keluarga. Menurutnya, perencanaan keuangan menjadi langkah penting agar rumah tangga tetap stabil menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

UMKM Talks Programa 1 RRI Banda Aceh, Selasa (21/7), bertajuk "Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera: Membangun Ketahanan Ekonomi Rumah Tangga" yang menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh Ana Fitria, S.E., M.Sc., Ketua II Wazin Pusat sekaligus Sekretaris Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar Zakiah Zainun, Lc., M.Ag., serta pelaku UMKM sekaligus Owner Dapur Makta, Fita Walidaya. Foto : RRI/Lis

Sementara itu, Ana Fitria mengatakan literasi keuangan merupakan kemampuan memahami cara mengelola uang secara tepat, mulai dari mengetahui sumber pemasukan hingga menentukan prioritas pengeluaran. Berdasarkan berbagai kajian, kata dia, perempuan umumnya menjadi pihak yang paling mengetahui kebutuhan finansial keluarga sehingga penguatan literasi keuangan perlu menjadi perhatian bersama.

Menurut Ana, tantangan terbesar yang masih sering dihadapi masyarakat adalah rendahnya kebiasaan mencatat arus kas rumah tangga. Padahal, pencatatan menjadi dasar evaluasi agar keluarga mengetahui ke mana uang dibelanjakan serta dapat memperbaiki pola pengeluaran di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan pentingnya menetapkan skala prioritas pengeluaran, menyediakan dana darurat sebelum berinvestasi, serta memisahkan kebutuhan primer, sekunder, tabungan, investasi, dan dana sosial seperti zakat maupun sedekah. Menurutnya, keluarga yang disiplin mengatur pos keuangan akan lebih siap menghadapi situasi tak terduga.

Dalam kesempatan yang sama, pelaku UMKM Fita Walidaya membagikan pengalaman membangun usaha kuliner Dapur Makta sejak 2009. Berawal dari kebutuhan memenuhi ekonomi keluarga sebagai orang tua tunggal, ia memasarkan produk dari kantor ke kantor hingga kini mampu bekerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan mempekerjakan lima perempuan, sebagian di antaranya merupakan janda yang membutuhkan pekerjaan.

Fita mengakui pengelolaan keuangan usahanya masih dilakukan secara manual. Namun, ia menerapkan prinsip sederhana dengan memisahkan dana modal usaha, tabungan, dan kebutuhan rumah tangga agar arus kas tetap terkontrol. Ia menilai pencatatan keuangan menjadi kunci agar pelaku usaha mengetahui posisi keuangan usahanya secara jelas.

Di tengah kenaikan harga sejumlah bahan baku, seperti tepung ketan dan kemasan, Fita memilih menjaga kualitas produk dengan mencari pemasok yang menawarkan harga lebih stabil. Ia hanya melakukan penyesuaian harga secara terbatas agar cita rasa produk tetap terjaga dan pelanggan tidak beralih.

Zakiah juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik pinjaman daring ilegal maupun utang konsumtif. Menurutnya, banyak keluarga terjebak utang bukan karena kebutuhan mendesak, melainkan karena keinginan mengikuti gaya hidup. Oleh sebab itu, setiap keputusan pembiayaan harus mempertimbangkan kemampuan membayar dan risiko di masa depan.

Selain itu, ia menilai zakat, infak, sedekah, dan investasi perlu menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga sejak awal menerima pendapatan, bukan menunggu sisa penghasilan. Langkah tersebut diyakini dapat menghadirkan keberkahan sekaligus memperkuat ketahanan finansial rumah tangga.

Menutup dialog, Ana kembali menekankan bahwa keluarga yang tangguh bukan semata-mata memiliki pendapatan besar, melainkan mampu mengelola keuangan secara disiplin melalui pencatatan, evaluasi rutin, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan.

Senada dengan itu, Fita berharap semakin banyak kegiatan pendampingan dan edukasi bagi pelaku UMKM agar mereka memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan usaha dan keuangan sehingga mampu mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....