Pandemi Jadi Titik Balik, Junita Sulap Rotan Gunung Jadi Produk Bernilai Jual

  • 30 Jun 2026 16:22 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kerajinan rotan di Aceh terus bertahan di tengah perkembangan industri kreatif. Berbekal tradisi keluarga yang telah berlangsung puluhan tahun, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) MJ Rottan berhasil mengembangkan produk anyaman rotan menjadi berbagai kerajinan bernilai ekonomi.

Owner MJ Rottan, Junita, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh pada program UMKM Talk, Senin 29 Juni 2026, mengatakan ketertarikannya menekuni usaha rotan berawal dari lingkungan tempat tinggal dan keluarganya yang sejak lama berprofesi sebagai pengrajin rotan.

Menurut Junita, hampir seluruh anggota keluarganya, mulai dari nenek hingga ibunya, telah menggeluti kerajinan rotan selama lebih dari tiga dekade. Dahulu, produk yang dihasilkan didominasi keranjang berukuran besar, namun seiring perkembangan zaman, kerajinan tersebut bertransformasi menjadi berbagai produk yang lebih beragam, seperti tudung saji, keranjang labu, keranjang buah, hingga keranjang parsel.

Meski berasal dari keluarga pengrajin, Junita mengaku baru serius mengembangkan usaha tersebut pada 2020, bertepatan dengan masa pandemi COVID-19. Saat itu, ia melihat peluang untuk menghasilkan pendapatan dari potensi sumber daya yang tersedia di sekitar tempat tinggalnya.

"Pandemi membuat saya berpikir apa yang bisa dijadikan sumber penghasilan. Karena rotan tersedia di kawasan pegunungan sekitar, kami mulai membuat kerajinan dan memasarkannya dengan menitipkan produk di warung-warung maupun kios di pinggir jalan," ujarnya.

Dari pemasaran sederhana tersebut, pesanan mulai berdatangan. Tidak hanya membeli produk yang tersedia, konsumen juga mulai meminta dibuatkan berbagai model baru sesuai kebutuhan. Kondisi itu mendorong MJ Rottan terus berinovasi dalam menghasilkan produk anyaman rotan.

Junita mengatakan, sebagian besar ide pengembangan produk justru berasal dari permintaan pelanggan. Konsumen biasanya membawa contoh atau memberikan ukuran tertentu untuk dibuatkan produk serupa, sehingga variasi kerajinan yang diproduksi semakin beragam.

Memasuki momen tertentu, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan keranjang parsel meningkat signifikan. Selain itu, keranjang buah dan wadah penyimpanan kosmetik juga menjadi produk yang banyak diminati masyarakat.

Dari sisi produksi, setiap jenis kerajinan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Untuk pembuatan keranjang labu, misalnya, proses pengerjaan membutuhkan waktu sekitar satu hari karena rotan harus melalui tahapan pembelahan, perautan, hingga penjemuran sebelum dianyam.

Sementara itu, keranjang parsel dapat diproduksi lebih cepat, yakni sekitar 10 unit per hari, karena menggunakan rotan berukuran lebih besar yang tidak memerlukan proses penghalusan. Dalam proses produksinya, MJ Rottan memanfaatkan beberapa jenis rotan, termasuk rotan berukuran kecil atau slimit yang menurut Junita hanya ditemukan di Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....