Dari Rumah ke Tiga Toko, Pengrajin Bambu Aceh Bertahan Lewati Krisis Ekonomi
- 19 Mei 2026 17:12 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Ketekunan dan inovasi menjadi kunci bertahannya usaha kerajinan bambu milik Atriani atau yang dikenal dengan “Atri Bambu” di Banda Aceh.
Dalam dialog UMKM di RRI Banda Aceh, Senin 18 Mei 2026, Atriani menceritakan perjalanan usahanya yang dimulai dari rumah sederhana hingga kini berkembang menjadi tiga toko kerajinan bambu.
“Dulu belum ada toko, masih jual di rumah. Orang datang langsung beli. Sekarang alhamdulillah sudah berkembang,” katanya.
Perempuan yang telah menganyam bambu sejak SMP itu mengaku usahanya mampu bertahan melewati berbagai tantangan ekonomi, mulai dari krisis moneter hingga pandemi Covid-19.
Menurut Atriani, salah satu strategi bertahan adalah terus berinovasi mengikuti permintaan pasar. Saat ini, ia memiliki sekitar 70 jenis inovasi produk anyaman bambu dengan berbagai model dan ukuran.
“Kalau konsumen mau bentuk baru, saya belajar lagi. Guru saya sekarang YouTube. Tinggal lihat, lalu dikembangkan sendiri,” ujarnya.
Selain mengandalkan penjualan langsung di toko, pemasaran digital melalui media sosial juga membantu memperluas pasar. Produk-produk Atri Bambu bahkan menarik perhatian wisatawan luar daerah hingga luar negeri.
Atriani menyebut, banyak pelanggan tertarik membeli karena melihat langsung proses pembuatan anyaman bambu.
“Orang jadi percaya kalau ini benar-benar hasil karya sendiri, bukan barang beli lalu dijual lagi,” katanya.
Untuk menjaga kualitas produk, setiap anyaman bambu diberi lapisan pernis agar lebih tahan lama dan mengkilap. Ia mengatakan produk yang telah dipernis dapat bertahan hingga bertahun-tahun.
“Kalau sudah dipernis, bambu tidak mudah rusak dan lebih awet dipakai,” ujarnya.
Ke depan, Atriani berharap semakin banyak generasi muda tertarik mempelajari kerajinan bambu sekaligus mendukung penggunaan produk ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sekali pakai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....