Pesona Ecoprint di UMKM: Karya Alam Bernilai Ekonomi dari Tini Craft Collection

  • 24 Jun 2026 03:13 WIB
  •  Banda Aceh

RRI. CO..ID Banda Aceh – UMKM terus menghadirkan inovasi kreatif berbasis kearifan lokal. Salah satunya adalah pesona ecoprint yang dikembangkan oleh Tini Craft Collection, usaha milik Suhartini, yang menghadirkan karya fesyen ramah lingkungan dengan sentuhan motif alami dari daun dan bunga.

Dalam dialog UMKM Talk’s RRI Banda Aceh bertajuk “Ekspresi Harmoni Sentuhan Pesona Alam dalam Setiap Serat Kain Ecoprint”, Suhartini menjelaskan bahwa ecoprint menjadi bentuk ekspresi seni sekaligus peluang usaha yang menjanjikan bagi pelaku UMKM di daerah , Senin 25 Mei 2026

Menurut Suhartini, daya tarik utama ecoprint terletak pada keunikan motif yang dihasilkan secara alami. Setiap helai kain memiliki corak yang berbeda karena dipengaruhi bentuk daun, proses oksidasi, serta kondisi alam saat produksi. Hal ini membuat setiap produk bersifat eksklusif dan tidak dapat disamakan dengan hasil cetak mesin .

Ia menjelaskan, ecoprint merupakan teknik pewarnaan alami yang memindahkan warna serta bentuk daun atau bunga ke media kain tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Prosesnya meliputi tahap pembersihan kain, mordanting, penataan daun, pengukusan, hingga pengeringan untuk mengunci motif alami yang terbentuk .

"Dalam praktiknya, Tini Craft Collection menggunakan berbagai bahan alami seperti daun jati, pakis, hingga tanaman liar yang mengandung pigmen alami. Proses produksi ini tidak hanya menghasilkan produk fesyen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan", tuturnya

Suhartini juga menekankan bahwa ecoprint bukan sekadar aktivitas produksi, melainkan juga media ekspresi dan “healing” bagi pelaku usaha. Setiap karya membutuhkan ketelitian, kreativitas, serta suasana hati yang baik agar menghasilkan motif yang maksimal.

Produk-produk yang dihasilkan Tini Craft Collection tidak hanya terbatas pada kain, tetapi juga berkembang menjadi jilbab, mukena, syal, hingga produk kerajinan seperti mug keramik dengan motif ecoprint. Pemasaran dilakukan secara digital melalui media sosial dan platform komunikasi daring, kata Suhartin

Meski memiliki peluang pasar yang besar, Suhartini mengakui masih terdapat tantangan dalam pengembangan usaha, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia dan produksi massal. Namun demikian, ia optimistis bahwa ecoprint memiliki potensi besar sebagai industri kreatif ramah lingkungan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,jelasnya

Di akhir penyampaiannya, Suhartini mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan ibu rumah tangga, untuk berani memulai usaha berbasis potensi alam lokal. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti daun yang gugur dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi jika dikembangkan dengan kreativitas, tutupnya

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....