Perjalanan Rasa dari Bandung ke Aceh, Kisah Miranda Membangun UMKM Brownies Kopi
- 30 Apr 2026 19:24 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Di tengah kuatnya budaya ngopi masyarakat Aceh, lahir sebuah usaha kuliner yang mencoba mengisi ruang kosong antara kopi dan kudapan pendampingnya. Adalah Miranda, owner Miranda Brownies, yang menghadirkan inovasi brownies dengan sentuhan lokal khas Aceh.
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 20 April 2026, Miranda menceritakan awal mula usahanya yang berangkat dari kebiasaan masyarakat Aceh yang gemar menikmati kopi sepanjang hari. Dari situlah muncul ide menghadirkan cemilan yang cocok dipadukan dengan kopi.
“Di Aceh ini budaya ngopi sangat kuat, dari pagi sampai malam. Saya berpikir, apa kudapan yang cocok untuk teman ngopi, akhirnya saya memilih brownies,” ujarnya.
Usaha Miranda Brownies sendiri terbilang masih baru di Aceh, yakni baru berjalan sekitar delapan bulan. Sebelumnya, usaha ini telah lebih dulu berkembang di Bandung dan kemudian dibawa ke Aceh dengan harapan cita rasanya bisa diterima masyarakat setempat.
Namun, Miranda tidak sekadar membawa produk dari luar daerah. Ia melakukan penyesuaian rasa agar sesuai dengan lidah masyarakat Aceh. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memadukan brownies dengan cita rasa kopi, khususnya kopi Gayo, yang menjadi komoditas unggulan daerah.
“Kami menggunakan kopi Gayo sebagai bahan, tapi bukan brownies kopi. Jadi ini seperti ‘dikawinkan’ dengan kopi, rasanya tidak terlalu manis dan pas dinikmati bersama kopi,” katanya.
Selain itu, bahan baku yang digunakan juga mengedepankan produk lokal, termasuk cokelat pilihan yang dipadukan secara khusus untuk menciptakan rasa khas. Miranda juga menargetkan produknya tidak hanya untuk warung kopi, tetapi juga menyasar segmen menengah ke atas dengan kemasan yang lebih premium.
Dalam proses produksinya, Miranda mengaku sangat menjaga konsistensi rasa. Ia menggunakan teknik pengukuran bahan yang presisi agar setiap loyang brownies memiliki kualitas yang sama.
“Semua harus terukur dengan tepat. Pernah saya lupa memasukkan gula, hasilnya langsung gagal. Dari situ saya belajar bahwa komposisi bahan sangat menentukan,” ujarnya.
Jenis brownies yang dihadirkan pun berbeda dari kebanyakan, yakni menggunakan tipe fudgy brownies dengan ciri khas permukaan mengilap dan tekstur lembut padat. Proses ini, menurut Miranda, membutuhkan ketelitian tinggi agar menghasilkan kualitas yang diinginkan.
Di balik perjalanan usahanya, Miranda menyebut bahwa racikan produknya tidak lepas dari proses panjang dan eksperimen yang terus dilakukan, hingga akhirnya menemukan formula yang sesuai dengan selera pasar Aceh.
“Ini bukan hanya soal resep, tapi juga soal rasa yang harus bisa diterima masyarakat. Jadi semuanya diracik dengan hati,” ucapnya.
Kini, Miranda Brownies tidak hanya menjadi pilihan kudapan, tetapi juga mulai dilirik sebagai oleh-oleh khas Aceh yang menggabungkan cita rasa lokal dengan sentuhan inovasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....