Komisi VII Sebut UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi

  • 30 Okt 2025 23:23 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Teuku Zulkarnaini atau akrab disapa Ampon Bang, menegaskan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi di Aceh. Hal itu disampaikannya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Rabu (22/10/2025).

Ampon Bang menilai, potensi besar sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Aceh perlu dioptimalkan agar mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Kita tidak mau Aceh terus disebut daerah miskin dengan banyak pengangguran. Kita ingin Aceh benar-benar memiliki lapangan kerja yang luas dan masyarakatnya sejahtera,” ujar Ampon Bang.

Menurutnya, penguatan ekonomi rakyat tidak dapat dilepaskan dari peran pemerintah sebagai pengendali kebijakan dan penyedia regulasi. Ia menekankan, keberhasilan pembangunan ekonomi Aceh membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

“Pemerintah itu bukan berarti harus membangun semuanya sendiri, tapi harus bisa mengatur, mengendalikan, dan membuat regulasi yang tepat. Pemerintah punya anggaran yang bisa diolah agar menghasilkan pertumbuhan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Ampon Bang juga menegaskan bahwa inti dari ekonomi rakyat terletak pada sektor UMKM. Karena itu, pemerintah Aceh diminta untuk memberikan perhatian dan dukungan penuh bagi para pelaku usaha kecil dan menengah agar bisa berkembang.

“Kalau mau ekonomi Aceh maju, pegang dulu UMKM. Itu harus jadi prioritas utama. Pemerintah harus benar-benar fokus dan menjaga pelaku usaha kecil agar tetap hidup dan produktif,” tegasnya.

Ia menambahkan, Aceh memiliki potensi ekonomi yang luar biasa di berbagai sektor, seperti pertanian, kelautan, dan industri kreatif. Namun, potensi tersebut perlu dikelola dengan serius agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Potensi Aceh luar biasa, bahkan tidak dimiliki daerah lain. Tinggal bagaimana kita mengelolanya secara bijak dan berkelanjutan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....