Ribuan Proposal Bantuan UMKM Masuk ke Diskop Aceh
- 01 Okt 2025 20:39 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Dinas Koperasi dan UKM Aceh terus berupaya memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu menghadapi tantangan zaman. Salah satu langkahnya adalah memfasilitasi akses pembiayaan, pendampingan, hingga bantuan peralatan produksi.
Subkoordinator Fasilitasi Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Saiful Bahri, menjelaskan pihaknya menyiapkan 25 tenaga pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Upaya ini diharapkan membantu UMKM memperoleh akses pembiayaan perbankan.
“Dengan adanya tenaga pendamping KUR, UMKM yang belum bankable bisa didampingi agar mendapatkan pembiayaan resmi dari perbankan, baik di Bank BSI maupun Bank Aceh. Pembiayaan ini penting untuk menunjang kegiatan usaha mereka,” ujar Saiful dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin (22/9/2025).
| Baca juga: Anyaman Rotan Aceh Diminati Pasar Singapura |
Selain akses permodalan, Dinas Koperasi juga fokus meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Saiful menuturkan, setiap tahun pihaknya melaksanakan pelatihan, bimbingan teknis, dan sosialisasi terkait pengembangan usaha, pemasaran, hingga pentingnya sertifikasi produk dan perizinan.
“UMKM yang kompeten harus paham membangun struktur usaha yang baik. Dari perizinan hingga kualitas produk, semuanya menjadi bagian penting agar usaha nyaman dan aman dijalankan,” tambahnya.
Saiful mengakui, adaptasi teknologi juga menjadi tantangan tersendiri bagi UMKM. Untuk itu, dinas hadir membantu dengan memberikan bantuan peralatan produksi agar proses usaha lebih efisien.
“Selama ini banyak UMKM masih menggunakan peralatan manual. Kami hadir memberikan bantuan mesin jahit, obras, hingga bordir untuk sektor fashion, atau peralatan lain sesuai proposal yang diajukan,” jelasnya.
Meski begitu, Saiful menyebut keterbatasan anggaran membuat pihaknya hanya bisa memfasilitasi sekitar 25 persen dari total 1.000 lebih proposal bantuan peralatan yang masuk setiap tahun.
“Kendalanya, banyak proposal yang masih salah penyusunan. Misalnya, ada yang mengajukan usaha laundry tapi di RAB tertulis hidrolik mobil. Proposal yang benar akan diverifikasi di lapangan untuk memastikan kebutuhan sesuai usaha,” ujarnya.
Menurut Saiful, bantuan yang diberikan bukan sekadar fasilitas, tetapi juga amanah yang harus digunakan optimal untuk menunjang usaha. “Harapannya, UMKM kita semakin tangguh menghadapi persaingan, inflasi, dan perubahan teknologi,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....