Kearifan Lokal Harus Jadi Kekuatan Industri Kreatif Aceh
- 31 Agt 2025 16:45 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Industri kreatif di Aceh dinilai memiliki kekuatan tersendiri dibandingkan daerah lain karena berpijak pada nilai budaya, kearifan lokal, serta penerapan syariat Islam. Hal ini disampaikan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry, Dr. Evriyenni, S.E., M.Si., CTT., CATr, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya, Aceh adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang menerapkan syariat Islam, sehingga produk kreatif yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga harus sesuai dengan nilai-nilai keislaman. “Banyak budaya Aceh yang bisa kita kembangkan sebagai jati diri, sehingga pelaku usaha merasa bangga. Misalnya tradisi pemulia jamee atau memuliakan tamu, yang dapat diterapkan dalam sajian kuliner khas Aceh,” ujarnya.
Evriyenni menambahkan, kekayaan bahan baku lokal seperti pliu, asam sunti, serta keunikan produk tradisional seperti songket, tenun khas Aceh, kopi Gayo, hingga berbagai kerajinan tangan, merupakan potensi besar untuk memperkuat daya saing industri kreatif Aceh.
“Kreativitas pelaku usaha sangat dibutuhkan agar produk khas Aceh bisa tampil berbeda dan tidak ditemukan di daerah lain. Dengan begitu, industri berbasis kearifan lokal ini bisa berkembang dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menegaskan, jika dikelola dengan baik, industri kreatif Aceh yang berlandaskan budaya dan syariat Islam dapat bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....