Pelaku UMKM di Aceh Pasarkan Produk Lewat Digital

  • 31 Jul 2025 19:27 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Berawal dari usaha rumahan berbasis kerajinan tangan, Lina Creation kini menjelma menjadi salah satu pelaku UMKM kuliner Aceh yang aktif menembus pasar digital. Didirikan oleh keluarga, dan kini dikembangkan oleh generasi mudanya, Lina Creation menunjukkan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Dalam bincang-bincang UMKM Talk’s bertajuk “Dari Dapur Aceh ke Pasar Digital: Perjalanan Keumamah Lina Creation” bersama RRI Banda Aceh, Senin (28/7/2025), Co-Founder Lina Creation, Cut Nadya Riska, mengungkap awal mula perjalanan usahanya hingga ke ranah daring.

“Lina Creation itu awalnya jualan tas rajut. Tapi karena permintaan pasar terhadap makanan tradisional meningkat, kami fokus pada kuliner, khususnya keumamah. Branding-nya kita ubah agar lebih kuat dan fokus di makanan,” jelas Nadya.

Transformasi ke digital dimulai sejak 2018. Nadya mengaku melihat celah pasar dan potensi perluasan jangkauan melalui media sosial, terutama WhatsApp dan Instagram.

“Kami paling aktif di WhatsApp dan Instagram. Kalau TikTok belum maksimal karena kita enggak pakai sistem keranjang. Produk kami kan tanpa pengawet, jadi butuh kecepatan dalam pengiriman. Tapi TikTok tetap kami manfaatkan untuk promosi visual dan brand awareness,” ujar Nadya.

Lina Creation kini mengandalkan sistem pre-order dan lebih banyak melayani segmen bisnis-ke-bisnis (B2B), termasuk pemesanan dalam jumlah besar dari luar daerah seperti Jakarta dan Depok.

Menariknya, meski telah go digital, usaha ini tetap mempertahankan cita rasa tradisional dan proses produksi yang khas. Semua produk dibuat tanpa bahan pengawet, menjaga kualitas dan rasa masakan Aceh yang autentik.

“Sekarang tidak ada toko offline lagi, kami sistem pre-order. Karena bunda juga guru, jadi waktunya harus dibagi. Tapi kualitas tetap nomor satu,” kata Nadya.

Lina Creation menjadi contoh sukses pelaku UMKM yang mampu beradaptasi dengan zaman, tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal. Perjalanan usaha ini membuktikan bahwa dapur tradisional pun bisa masuk ke pasar digital dan bersaing secara sehat di ranah nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....