Lina Creation, Cita Rasa Keumamah Aceh yang Mendunia

  • 28 Jul 2025 20:04 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Dibalik dapur sederhana sebuah rumah di Aceh, lahirlah kelezatan yang kini menembus pasar internasional. Lina Creation, sebuah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner yang mengangkat olahan ikan Keumamah, menjadi bukti bahwa resep warisan bisa melintasi zaman dan batas negara.

Keumamah, atau dikenal juga sebagai ikan kayu, merupakan makanan khas Aceh yang terkenal karena daya tahannya yang lama dan cita rasanya yang khas. Namun, di tangan ahlinya, masakan ini menjadi lebih dari sekadar makanan tradisional.

"Semua berawal dari hobi memasak Bunda yang diakui oleh teman-teman di pesantren. Teman-teman kami sering bilang masakan Bunda enak banget, bahkan ada pemilik warung kopi yang minta dijualkan di warung mereka,” ujar Cut Nadya Riska, Co-Founder Lina Creation.

Cut Nadya Riska, Co-Founder Lina Creation, saat menjadi narasumber dalam dialog interaktif bersama RRI Banda Aceh, Senin (28/7/2025).

Melihat antusiasme itu, keluarga mencoba mengikuti sebuah event UMKM di Aceh. Hasilnya mengejutkan, dalam sehari, Lina Creation mampu meraup omzet hingga dua juta rupiah.

“Kami kasih tester dulu ke pengunjung, dan hampir 90% akhirnya beli. Mungkin dari tampilannya orang nggak tahu rasanya, tapi setelah coba, mereka ketagihan,” lanjut Nadya.

Namun, Bunda yang sangat terampil dalam memasak tidak begitu paham soal digitalisasi dan pemasaran modern. Di situlah peran anak-anaknya, Nadya dan sang kakak, menjadi jembatan agar karya sang ibu bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

Salah satu produk andalan mereka adalah Keumamah olahan khas buatan Bunda. Produk ini menjadi best seller, bahkan sudah dikirim ke berbagai negara seperti Australia, Arab Saudi, dan Mesir.

“Keumamah buatan Bunda ini punya ciri khas, bukan cuma disuwir seperti kebanyakan produk lain. Kami tetap mempertahankan proses tradisionalnya agar cita rasanya autentik,” kata Nadya.

Ketekunan itu sempat diuji saat sang ayah jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di Jakarta. Usaha sempat vakum karena tak ada yang bisa menggantikan peran Bunda di dapur.

Namun, semangat tak padam, Lina Creation kembali bangkit dan kini menggandeng agen-agen travel umroh asal Aceh untuk membawa produk mereka ke luar negeri. Keumamah yang tahan lama menjadi pilihan praktis dan lezat untuk dibawa kesana.

"Pelanggan pun bisa memesan sesuai selera, kering banget, sedang, atau agak basah. Sistem by request ini kami lakukan agar pelanggan bisa menikmati keumamah sesuai kebutuhannya,” jelas Nadya.

Bagi Lina Creation, Keumamah bukan sekadar makanan, tapi warisan budaya yang harus dijaga. Dengan menjaga kualitas bahan, mempertahankan resep asli, dan menjangkau pasar modern, mereka yakin kuliner Aceh bisa tetap hidup dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....