Batubara Dominasi Ekspor Aceh, India Jadi Tujuan Utama Perdagangan

  • 01 Sep 2026 23:42 WIB
  •  Banda Aceh

RRICO.ID, Banda Aceh - Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Juli 2026 tercatat sebesar USD 84,04 juta. Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 1,49 persen dibandingkan nilai ekspor pada Juni 2026.

Kepala BPS Aceh Agus Andria, mengatakan, komoditas ekspor terbesar Aceh pada Juli 2026 berasal dari kelompok bahan bakar mineral dengan nilai USD 53,18 juta. "Ekspor kelompok tersebut didominasi komoditas batubara yang menjadi salah satu penyumbang utama nilai perdagangan Aceh," Ujarnya saat penyampaian rilis bulanan dikantor BPS Aceh, Selasa 1 September 2026.

Disebutkan Agus, India menjadi negara tujuan ekspor terbesar komoditas asal Provinsi Aceh selama Juli 2026. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai USD 63,05 juta, dengan komoditas utama berupa batubara, lemak dan minyak hewan atau nabati termasuk CPO, serta berbagai produk kimia.

Jika dilihat berdasarkan sektor, ekspor tertinggi Aceh pada Juli 2026 berasal dari sektor pertambangan. Nilai ekspor sektor tersebut mencapai USD 53,24 juta, sejalan dengan dominannya komoditas bahan bakar mineral.

Di sisi lain, nilai impor Provinsi Aceh pada Juli 2026 tercatat sebesar USD 81,89 juta. Nilai tersebut melonjak hingga 214,46 persen dibandingkan nilai impor pada Juni 2026.

Impor Aceh pada Juli 2026 didominasi komoditas bahan bakar mineral atau gas dengan nilai USD 56,88 juta. Selain itu, impor juga terdiri atas pupuk senilai USD 14,62 juta, bahan kimia anorganik sebesar USD 3,60 juta, serta mesin atau pesawat mekanik senilai USD 6,78 juta.

Dengan nilai ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Aceh pada Juli 2026 mencatat surplus. Surplus perdagangan tersebut mencapai sekitar USD 2,15 juta.

Sementara itu, total nilai ekspor komoditas asal Aceh yang dikirim melalui pelabuhan di wilayah Provinsi Aceh mencapai USD 68,31 juta. Nilai tersebut setara dengan 81,29 persen dari total nilai ekspor komoditas asal Provinsi Aceh pada Juli 2026.

Capaian tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan luar negeri Aceh pada Juli 2026 masih ditopang kuat oleh sektor pertambangan dan komoditas bahan bakar mineral. Meski ekspor mengalami penurunan tipis secara bulanan, neraca perdagangan Aceh tetap berada dalam posisi surplus di tengah lonjakan nilai impor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....